ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Habib Luthfi: Nasionalisme Benteng Generasi Muda dari Radikalisme

Selasa, 8 Februari 2022 | 10:08 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya (kiri) dan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar saat menjadi narasumber silaturahmi dan dialog kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Falah, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin 7 Februari 2022.
Anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya (kiri) dan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar saat menjadi narasumber silaturahmi dan dialog kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Falah, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin 7 Februari 2022. (ANTARA/HO-BNPT)

"Mengapa nasionalisme dan harmoni ini harus dibicarakan di tengah kemajemukan Indonesia? Karena salah satu tantangan bangsa saat ini adalah mengatasi paham radikal terorisme yang berkembang sebagai ideologi berbasis kekerasan," kata Boy Rafli.

Baca Juga: Jaga NKRI dan Pancasila, Jokowi: Terima Kasih NU

Ia menegaskan, kekerasan dalam bentuk apa pun adalah sebuah hal yang tabu dan dilarang di Indonesia oleh konstitusi NKRI. Karena itu, keseimbangan dan harmoni dalam berbangsa dan bernegara harus terus dijaga untuk mencegah ideologi berbasis kekerasan, intoleran, tidak mengakui negara, menghalalkan kekerasan dalam mencapai tujuan, dan sangat mungkin antikemanusiaan dan melanggar ajaran agama.

Dia memaparkan, ideologi kekerasan berkembang dalam 20 tahun terakhir. Tidak hanya berdampak di Indonesia, tetapi seluruh negara di dunia. Umumnya ideologi terorisme berlatarbelakang pemaksaan ideologi, kedua memiliki tujuan politik, ketiga ingin mengganggu ketenteraman masyarakat.

ADVERTISEMENT



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon