Banjir 3 Meter Rendam Ratusan Rumah di Kabupaten Berau
Jumat, 13 Mei 2022 | 09:22 WIB
Berau, Beritasatu.com - Hujan yang sangat deras beberapa hari terakhir dan kemudian diikuti dengan air laut pasang, mengakibatkan ratusan rumah di Desa Tumbit Melayu, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) terendam banjir setinggi 50 centimeter hingga 3 meter, Jumat (13/5/2022) pagi.
Wajib (35), warga Tumbit Melayu, Berau mengatakan, banjir yang merendam desa mereka sudah terjadi berlangsung sejak Rabu (11/5/2022), dan mencapai puncaknya pada Jumat pagi.
"Air mulai naik sejak hari Rabu kemarin, dan karena tingginya curah hujan, pada Kamis malam ketinggian air malah semakin naik hingga Jumat pagi ini. Jadi kami warga di sini hanya bisa bertahan di dalam rumah" kata Wajib kepada Beritasatu.com, Jumat pagi.
Baca Juga: Banjir Rendam 2 Kecamatan di Kabupaten Tangerang
Selain curah hujan yang tinggi, banjir yang merendam kawasan Tumbit Melayu juga diperparah oleh debit air laut yang naik sehingga ikut menggenangi rumah warga terutama yang dekat dengan pesisir pantai.
"Benar mas, kondisi pasang air laut juga jadi salah satu penyebab banjir di desa ini sulit surut," kata Wajib sembari menggendong anaknya.
Berdasarkan data dari pengurus Desa Tumbit Melayu, sebanyak 3.200 warga yang terdampak banjir tersebut, dan warganya kini tak bisa beraktivitas normal, lantaran banjir telah mengakibat akses jalan warga terisolasi.
Karwi (32), korban banjir lainnya mengatakan banjir yang merendam desa tersebut merupakan banjir tahunan yang kerap terjadi saat kondisi curah hujan tinggi.
"Desa kami ini memang menjadi langganan banjir mas di Kabupaten Berau, bahkan dalam tahun ini banjir sudah 5 kali terjadi di wilayah kami," ungkapnya.
Menurutnya, banjir yang merendam Tumbit Melayu bisa berlangsung hingga 5 hari, namun jika kembali dilanda hujan deras, maka banjir akan berlangsung lebih lama.
"Biasanya banjir bisa berlangsung 4 sampai 5 hari mas, tergantung kondisi cuaca juga, kalau hujan deras lagi yang banjirnya bisa lebih lama," katanya.
Untuk membantu para korban banjir, pemda setempat telah mendirikan posko-posko pengungsian dan dapur umum serta mendistribusikan obat-obatan.
Saat ini sebagian warga memilih bertahan tinggal di dalam rumahnya yang terendam banjir sambil menunggu air bisa surut kembali.
"Ya mau gimana lagi mas, akses jalan masih terendam banjir, kendaraan juga tak bisa lewat, jadi kita ya mau tidak mau tetap bertahan saja di dalam rumah," ujar Karwi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




