ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gubernur Lemhannas Ungkap 3 Hal pada Peringatan Harkitnas

Jumat, 20 Mei 2022 | 14:17 WIB
LT
CP
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: PAAT
Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto saat menghadiri perayaan puncak HUT ke-57 Lemhannas di gedung Lemhannas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat, 20 Mei 2022.
Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto saat menghadiri perayaan puncak HUT ke-57 Lemhannas di gedung Lemhannas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat, 20 Mei 2022. (B1/Lenny Tristia Tambun)

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto mengungkap tiga hal pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-114. Pertama, perayaan Harkitnas menjadi momentum untuk terus memegang teguh komitmen kepada NKRI sebagai satu bangsa dan satu negara.

"Harkitnas oleh Presiden Soekarno, 20 Mei 1948 itu, menekankan agar kita selalu ingat kembali apa yang menjadi dasar perjuangan kita bersama-sama. Dari perjuangan Budi Utomo sampai kemerdekaan, sampai hari ini sehingga kita sekarang berada sebagai satu bangsa, satu negara yang memegang teguh komitmen kepada NKRI," kata Andi pada peringatan puncak HUT ke-47 Lemhannas di kantor Lemhannas, Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Baca Juga: Puan: Harkitnas, Momentum Masyarakat Bangkit dari Covid-19

Kedua, pemerintah bersama masyarakat telah berusaha dan berjuang keras mengatasi pandemi Covid-19. Selama dua tahun, pemerintah bersama masyarakat telah melakukan terobosan kebijakan untuk memastikan Indonesia keluar dari krisis global akibat pandemi.

ADVERTISEMENT

"Sekarang kita sudah berada di titik yang lebih terang tentang pandemi. Dua hari lalu, Presiden Jokowi (Joko Widodo) sudah menyatakan pemulihan kita sudah sangat kuat. Sekarang kita lebih percaya diri, diantaranya di ruang terbuka kita tidak perlu menggunakan masker kesehatan lagi," ujar Andi Widjajanto.

Baca Juga: Peringatan Harkitnas Diharapkan Tak Sekadar Seremonial

Ketiga, pemerintah pusat meminta Lemhannas untuk mengawal proses KTT G-20. Dengan begitu, Indonesia bisa berkontribusi dalam bertumbuh dan pulih bersama-sama sebagai salah satu bagian negara-negara di dunia.

"KTT G-20 dilaksanakan dalam situasi yang unik tahun ini. Pertama ada pemulihan ekonomi pandemi Covid-19, tetapi ada juga krisis yang terjadi karena perang Rusia-Ukraina, sehingga di sinilah kepemimpinan Indonesia di KTT G-20 akan sangat menentukan," ujarnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harkitnas, Haedar Nashir: Indonesia Harus Jadi Milik Bersama

Harkitnas, Haedar Nashir: Indonesia Harus Jadi Milik Bersama

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon