Bupati Yahukimo Tegaskan Pemekaran Papua Bakal Percepat Pembangunan
Jumat, 10 Juni 2022 | 23:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli menegaskan rencana pemekaran atau dibentuknya daerah otonomi baru (DOB) bakal memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan dan kesejahteraan di Papua.
Hal itu disampaikannya saat Rapat Khusus Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Sesuai dengan Wilayah Adat Papua yang berlangsung di Suni Garden Lake Hotel & Resort Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (10/6/2022).
Didimus menepis adanya kekhawatiran yang beranggapan pemekaran akan membuat orang asli Papua bakal punah. Sebab, saat ini kematian orang Papua bukanlah karena pemekaran, melainkan diakibatkan faktor lain seperti HIV dan AIDS, kecelakaan lalu lintas, mabuk minuman keras, perang suku, dan sebagainya. Pemekaran justru membuat jumlah masyarakat di suatu daerah kian banyak. Ini seperti yang terjadi di Kabupaten Yahukimo dari sebelum pemekaran, hingga dimekarkan.
"Jadi orang Papua mati bukan karena pemekaran, sama sekali kita harus hilangkan paradigma berpikir seperti ini," kata Didimus Yahuli.
Baca Juga: 29 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Sepakat Dukung Pemekaran Papua
Kekeliruan lainnya, lanjut Didimus, yakni adanya yang beranggapan pemekaran akan membuat banyaknya mobilisasi masyarakat dari luar Papua, sehingga orang asli Papua akan tersisihkan. Saat pengisian suatu jabatan di struktur pemerintahan misalnya. Padahal, kata dia, fakta menunjukkan pemekaran yang dilakukan Papua sebelumnya, telah membuat masyarakat asli Papua menduduki jabatan strategis di organisasi pemerintahan termasuk lembaga legislatif.
"Hari ini anggota DPRD Yahukimo itu 100 persen orang asli Yahukimo, semua anggota dewan di Pegunungan Tengah ini orang asli Papua semua," ujar Didimus Yahuli.
Baca Juga: KSP: Anak Muda Papua Puas dengan Kinerja Presiden Jokowi
Melihat realitas tersebut, kata Didimus, tidak mungkin pemekaran akan membuat orang asli Papua terpinggirkan. Justru, pemekaran menjadi peluang bagi masyarakat Papua untuk lebih berkontribusi di berbagi bidang.
"Pemekaran ini dibutuhkan, salah satunya karena luasnya suatu wilayah. Suatu daerah di Papua yang memiliki kondisi wilayah yang begitu luas, sehingga rentang kendali pemerintahan terlalu jauh," terang Didimus Yahuli.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




