Masyarakat Papua Diharapkan Tinggalkan Kediaman Lukas Enembe
Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat Papua diharapkan dapat memberi ruang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Gubernur Papua, Lukas Enembe. Para warga juga sebaiknya tidak lagi menjaga kediaman Lukas Enembe. Hal ini disampaikan Ketua Adat Skanto, Keerom, Papua, Didimus Werare, Selasda (4/10/2022).
"Warga Papua, khususnya yang masih berada di kediaman Lukas Enembe untuk kembali ke rumah masing-masing agar KPK dapat menjalankan tugasnya dalam melakukan pemeriksaan dengan baik terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe," ujar Didimus.
"Warga dari wilayah Keroom tidak ada yang bergabung dengan Lukas Enembe, mereka bekerja dan tinggal bersama keluarga masing-masing," imbuhnya.
Menurut Didimus, pihaknya sudah mendapatkan informasi bahwa Lukas Enembe telah dipanggil KPK. Namun, Lukas mangkir. "Kami mendukung KPK untuk melakukan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe secara profesional," ujarnya.
Pihaknya mendukung KPK agar diproses melalui jalur hukum demi kelancaran penyelesaian kasus tersebut. "KPK harus memeriksa Lukas Enembe beserta pejabat terdekatnya agar semua yang berkaitan dengan kasus korupsi dapat dihukum," tuturnya.
Didimus Werare mengatakan Lukas Enembe harus sadar dan mau diperiksa KPK sesuai aturan hukum. "Kami orang adat tidak akan melakukan intervensi, karena tidak mau ada pengorbanan yang sia-sia," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




