ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tragedi Kanjuruhan Makan Banyak Korban, Kompetisi Sepak Bola Harus Tetap Jalan

Senin, 10 Oktober 2022 | 12:58 WIB
DS
DS
Penulis: Dwi Argo Santosa | Editor: DAS
Presiden Jokowi didampingi pejabat terkait meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Rabu 5 Oktober 2022. 
Presiden Jokowi didampingi pejabat terkait meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Rabu 5 Oktober 2022.  (Setkab/BPMI Setpres)

Jakarta, Beritasatu.com - Duka akibat hilangnya 131 nyawa pada tragedi Kanjuruan Malang, 17 di antaranya anak-anak,  belum hilang meski sudah lebih sepekan waktu berjalan. Catatan kelam itu akan abadi, bukan saja di benak keluarga dan kerabat korban melainkan juga insan persepakbolaan di Tanah Air maupun mancanegara.

Tragedi Sabtu malam kelabu tanggal 1 Oktober 2022 itu membawa tangisan serta kemarahan. Namun roda kehidupan harus tetap berputar. Demikian juga persepakbolaan Tanah Air. Sepak bola Indonesia tidak boleh berhenti atau bahkan mati. Sebaliknya,
seluruh pemangku kepentingan harus menatap ke depan guna memperbaiki tata kelola persepakbolaan demi menyongsong prestasi di ajang regional maupun internasional.

Suporter Persebaya menyalakan lilin saat mengikuti doa bersama di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 3 Oktober 2022. Doa bersama itu untuk para korban tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang (Tragedi Kanjuruhan). 

Suporter Persebaya mengikuti doa bersama di Tugu Pahlawan, Surabaya,  Senin (3/10/2022. 

ADVERTISEMENT

Sungguh menyakitkan kehilangan ratusan saudara kita justru dalam sebuah kancah yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas. Dukacita dan kemarahan yang muncul pascatragedi sangat bisa dipahami  sejauh tidak sampai menumpulkan akal atau logika. Keterkejutan kita oleh jumlah korban yang luar biasa itu jangan sampai melatari sikap yang bermuara pada keputusan membubarkan kompetisi atau mematikan sepakbola itu sendiri.

Pemerintah sudah mengambil langkah cepat, tepat, dan tegas. Presiden Jokowi pagi-pagi langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan investigasi dan mengusut tuntas tragedi yang pecah pada Sabtu malam tanggal 1 Oktober 2022 tersebut.

Selain kepada Kapolri, Presiden juga memerintahkan Menpora hingga Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan pertandingan sepakbola serta prosedur pengamanannya.

Seorang penonton korban kerusuhan dibawa untuk dievakuasi dalam pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Seorang penonton dievakuasi di stadion Kanjuruhan Malang,  Sabtu (1/10/2022).

Pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD. Anggota timnya cukup representatif. Ada akademisi, pengamat sepak bola, jurnalis, mantan pengurus PSSI, pensiunan polisi, dan mantan pimpinan KPK, bahkan mantan pemain timnas Indonesia.

Kepada TGIPF, Presiden Jokowi meminta, tim ini dapat mengungkap secara tuntas tragedi Kanjuruhan dalam waktu kurang dari sebulan.

Kita mengapresiasi upaya terstruktur Presiden, Menko Polhukam, dan Kapolri dalam mengoreksi berbagai kesalahan dalam tragedi ini. Tujuannya jelas, agar ke depan tidak terulang jatuhnya korban. Yang terpenting, sanksi tegas dijatuhkan bukan kepada sepak  bolanya melainkan kepada mereka yang bertanggung jawab terhadap malapetaka di Stadion Kanjuruhan, Malang tersebut.

Tak sampai seminggu Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah mengumumkan hasil penyelidikan dan penyidikan. Polri menetapkan enam orang tersangka tragedi Kanjuruhan, Kamis (6/10/2022) atau lima hari setelah kejadian. Keenamnya yaitu tiga dari sipil dan tiga lainnya adalah polisi.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Menpora Zainudin Amali,  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta Ketum PSSI Mochamad Iriawan mellihat Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Menpora Zainudin Amali,  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta Ketum PSSI Mochamad Iriawan mellihat Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022.

Langkah demi langkah pemerintah tadi cukup menjadi jawaban bagi kalangan yang ngotot menginginkan persepakbolaan Indonesia dihukum. Sikap masyarakat ini terukur dari unggahan netizen di media sosial. Tidak sedikit warganet yang mengirimkan usulan kepada FIFA agar Indonesia mendapatkan sanksi.

Ada yang mengusulkan peringkat Indonesia di FIFA diturunkan, klub Indonesia tidak boleh bermain di ajang regional, atau timnas dilarang berlaga di Piala Asia. Bahkan ada yang memunculkan wacana pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023 mendatang.

Yang menohok adalah meminta FIFA menghentikan kompetisi sampai beberapa musim. Ada juga yang menyebut, "hentikan kompetisi dan bubarkan PSSI" atau "lebih baik hidup tanpa sepak bola".

Sejumlah pegiat HAM bersama mahasiswa menggelar aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 6 Oktober 2022.

Sejumlah pegiat HAM bersama mahasiswa menggelar aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Pendapat-pendapat tersebut sangat kental oleh muatan emosi akibat tragedi. Nyaris tidak terlihat adanya pertimbangan kemungkinan kita sendiri yang justru bakal merugi. Tragedi Kanjuruhan adalah kerugian besar buat bangsa ini. Karena itu, tak selayaknya ditambah lagi dengan kerugian berikutnya yang harus ditanggung dunia persepakbolaan nasional. 

Perlu diperhitungkan bahwa guliran sebuah kompetisi sepak bola sekelas Liga 1 bukanlah semata-mata hiburan bagi penghobi bola. Pertandingan demi pertandingan yang berlangsung adalah lahan ribuan orang mencari penghidupan. Setiap laga pasti memiliki multiplier effect.

Sepakbola Indonesia, meski belum besar, sudah berangsur menjadi industri yang mampu menampung ribuan tenaga kerja, bahkan jutaan.

Mereka yang terlibat di dunia sepakbola bukan hanya para pemain atau pelatih. Di lapangan ada tim medis, dokter, fisoterapis, hingga psikiater. Ada pula di level satpam stadion, tukang parkir, pemotong rumput lapangan hingga pedagang kios sekitar stadion.

Tiap klub yang bermain di Liga 1 saat ini punya ribuan suporter fanatik. Selain dari penjualan tiket, pemasukan klub bisa juga dari penjualan marchandise. Ceruk pasar ini mampu mendorong tumbuhnya UMKM pembuat cendera mata klub. Di luar itu semua, duit terbesar tentu saja dari sponsor dan hak siar.

Grafis Liga 1 BRI.

Grafis Liga 1 BRI.

Transfermarkt menyebut bahwa 18 klub yang berkompetisi di Liga 1 bernilai total Rp 1,27 triliun. Angka itu hanya dari hitungan nilai pasar para pemain. Total uang berputar dalam indutri ini tentu berkali lipat bila memperhitungkan sponsor, hak siar, dan penjualan tiket serta cendera mata. Betapa sayang bila industri yang sudah mulai bangkit pasca-pandemi ini harus berhenti.

Itu tadi dari sisi ekonomi. Dari sisi keolahragaan, pembubaran atau penghentian kompetisi bakal berpengaruh negatif pada pembinaan dan prestasi.

Saat ini, guliran Liga 1 disetop sementara sebagai buntut tragedi Kanjuruhan. Terdapat dua versi terkait nasib kompetisi Liga 1 musim 2022/2023.  PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyatakan, kompetisi dijeda dua pekan. PSSI menegaskan, penundaan Liga hingga waktu yang tidak ditentukan.

Ribuan Suporter tim sepak bola Persija Jakarta, atau yang akrab di sebut

Suporter tim sepak bola Persija Jakarta, atau yang akrab di sebut "Jakmania".

Mereka yang bekepentingan dengan keberlangsungan Liga tentu berharap penghentian kompetisi saat ini tidak memakan waktu lama. Di sisi lain, kita tidak bisa mengabaikan begitu saja pendapat miring yang menginginkan penghentian kompetisi. Kegalauan sebagian masyarakat itu sangat mungkin muncul dari rasa frustrasi. Persepakbolaan kita lebih banyak rusuh ketimbang berprestasi. Lalu tiba-tiba kita mendapati 131 orang mati!

Kesan negatif terhadap persepakbolaan yang memunculkan keputusasaan itu harus ditepis. Bukan dengan kata-kata melainkan tindakan nyata. Satu-satunya cara adalah membuatnya menjadi cabang berprestasi sekaligus menghindari ada yang mati.

Jadikan tragedi Kanjuruhan sebagai pemantik reformasi tata kelola persepakbolaan dalam negeri. Pelaku yang berkewajiban mengupayakan prestasi adalah semua pemangku kepentingan, yakni PSSI, klub, dan organisasi suporter. Pemerintah pusat dan daerah turut serta mengawal.

Kita beruntung sebab perbaikan tata kelola kompetisi sepakbola sepertinya bukan omong kosong. Presiden Jokowi begitu taktis pascatragedi. Presiden langsung menjalin komunikasi dengan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino.

Belakangan muncul kabar gembira. Indonesia terhindar dari sanksi FIFA meski dalam tragedi Kanjuruhan jelas terjadi pelanggaran penggunaan gas air mata dalam penanganan suporter. Nyatanya, FIFA malah bergandengan tangan dengan pemerintah membentuk tim transformasi sepak bola Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Saiful Anwar, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, 5 Oktober 2022.

Presiden Jokowi mengunjungi korban tragedi Kanjuruhan di RSUD dr Saiful Anwar, Malang.

Tidak hanya itu, FIFA menyepakati adanya langkah-langkah kolaborasi dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan pemerintah Indonesia untuk memperbaiki penyelenggaraan kompetisi persepakbolaan Indonesia.

Dalam suratnya ke Jokowi, FIFA akan membangun standar keamanan di seluruh stadion yang ada di Indonesia. Bakal di formulasikan standar protokol serta prosedur pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian berdasarkan standar keamanan internasional.

Selain itu, dilakukan sosialisasi dan diskusi dengan klub-klub bola di Indonesia, termasuk perwakilan suporter untuk mendapatkan saran dan masukan serta komitmen bersama.

Jadwal pertandingan bakal diatur dengan memperhitungkan potensi-potensi risiko yang ada. Juga, menghadirkan pendampingan dari para ahli di bidangnya.

Bila FIFA sudah turun tangan -bukan untuk menghentikan kompetisi-, kurang apa coba sepak bola kita? Kita berharap kompetisi segera kembali bergulir. Tentu saja dengan aturan ketat sesuai regulasi internasional selaras dengan bagaimana FIFA memberikan supervisi. 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Persik Kediri Gelar Doa dan Tabur Bunga Kenang Tragedi Kanjuruhan

Persik Kediri Gelar Doa dan Tabur Bunga Kenang Tragedi Kanjuruhan

SPORT
3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Luka Arema FC yang Tidak Pernah Hilang

3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Luka Arema FC yang Tidak Pernah Hilang

SPORT
Polisi Waspada Isu Provokatif Jelang Peringatan Tragedi Kanjuruhan

Polisi Waspada Isu Provokatif Jelang Peringatan Tragedi Kanjuruhan

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon