ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tokoh Masyarakat Genyem: Papua Butuh Pelaksana Tugas Gubernur

Minggu, 23 Oktober 2022 | 16:07 WIB
CP
CP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: PAAT
Ilustrasi pemekaran Provinsi Papua.
Ilustrasi pemekaran Provinsi Papua. (B1/Rommy)

Jakarta, Beritasatu.com - Tokoh masyarakat Genyem, Papua, Esau Tegai mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membutuhkan pelaksana tugas gubernur. Pasalnya, Gubernur Papua Lukas Enembe dikabarkan masih menjalani perawatan. Tak hanya itu, Lukas juga terjerat kasus suap dan telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pemerintah Provinsi Papua membutuhkan pelaksana tugas atau penjabat sementara gubernur atau apa pun nomenklaturnya untuk menggantikan posisi Lukas Enembe yang hingga kini sedang sakit," kata Esau, Minggu (23/10/2022).

Lazimnya, wakil gubernur (wagub) yang menjalankan roda pemerintahan jika gubernur berhalangan untuk sementara waktu. Namun, Wagub Papua Klemen Tinal wafat pada 2021.

"Agar pelayanan publik tidak terganggu, maka harus ada penjabat, sehingga roda pemerintah terus berjalan dengan baik tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat Papua," kata Esau.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Esau mendukung langkah KPK mengusut kasus suap yang melibatkan Lukas Enembe. "Masyarakat menduga hal tersebut adalah benar, sehingga seharusnya dilakukan pemeriksaan oleh pihak KPK," ujar Esau.

Esau menilai kesalahan Lukas Enembe adalah terkait penggunaan dana pemerintah. Karenanya, dia mengatakan kasus tersebut tidak masuk dalam ranah hukum adat dan harus mengikuti aturan negara.

Terkait dengan dikukuhkannya Lukas menjadi kepala suku besar di Tanah Papua, menurut Esau, hal itu tidak legitimate.

"Pengangkatan Lukas Enembe sebagai kepala suku besar Papua oleh Dominikus Sorabut adalah sepihak dan tidak ada koordinasi dengan kepala suku lainnya. Kami menolak hal tersebut," tegas Esau.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menteri HAM: Konflik Papua Tak Bisa Diselesaikan Parsial

Menteri HAM: Konflik Papua Tak Bisa Diselesaikan Parsial

NASIONAL
11 Ruko Koperasi Zipur Waena Jayapura Terbakar

11 Ruko Koperasi Zipur Waena Jayapura Terbakar

NUSANTARA
14 Orang Ditangkap Akibat Kerusuhan Seusai Laga Persipura vs Adhyaksa

14 Orang Ditangkap Akibat Kerusuhan Seusai Laga Persipura vs Adhyaksa

NUSANTARA
Petrosea Dukung Pemberantasan Malaria di Papua, Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Petrosea Dukung Pemberantasan Malaria di Papua, Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

LIFESTYLE
Komite Publisher Rights Dorong Kebebasan Pers di Papua

Komite Publisher Rights Dorong Kebebasan Pers di Papua

NASIONAL
Baru 308 dari 118.000 Peserta BPJS Kesehatan Papua yang Direaktivasi

Baru 308 dari 118.000 Peserta BPJS Kesehatan Papua yang Direaktivasi

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon