Studi Baru: AI Bisa Deteksi Diabetes Tipe 2 Lewat Suara
Jumat, 20 Oktober 2023 | 05:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah digunakan untuk banyak kebutuhan, termasuk di sektor kesehatan. Penelitian terbaru mengungkapkan, AI mampu mendeteksi diabetes tipe 2 dengan hanya mendengarkan pasien berbicara selama enam hingga sepuluh detik.
Dilansir dari New York Post, Jumat (20/10/2023), studi yang dilakukan oleh Klick Labs dan dipublikasikan dalam "Mayo Clinic Proceedings: Digital Health" ini menunjukkan tingkat akurasi sebesar 89% untuk diagnosis pada wanita dan 86% untuk pria.
"Penelitian kami menyoroti variasi vokal yang signifikan antara orang yang menderita diabetes tipe 2 dan mereka yang tidak, dan hal ini berpotensi mengubah pendekatan terhadap skrining diabetes," kata Jaycee Kaufman, penulis utama studi tersebut.
Kaufman melanjutkan, metode deteksi yang digunakan saat ini memakan waktu dan biaya yang cukup besar. Teknologi suara memiliki potensi untuk menghilangkan hambatan-hambatan ini sepenuhnya.
Untuk studi ini, para peneliti melibatkan 267 peserta, baik yang menderita diabetes tipe 2 maupun yang tidak, untuk merekam frasa-frasa tertentu pada ponsel cerdas mereka enam kali sehari selama dua minggu.
Lebih dari 18.000 rekaman tersebut kemudian dianalisis untuk lebih dari 14 fitur akustik yang berbeda, yang menunjukkan perbedaan antara penderita diabetes dan bukan penderita diabetes. Para peserta juga memberikan data dasar seperti usia, tinggi, dan berat badan mereka.
Teknologi pemrosesan sinyal mampu mendeteksi nada-nada vokal tertentu yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia. Suara-suara tersembunyi ini memberikan petunjuk yang berharga, seperti yang diungkapkan oleh Kaufman.
Wakil Presiden Klick dan peneliti utama, Yan Fossat menyampaikan, penelitian ini menggarisbawahi potensi luar biasa teknologi suara dalam mengidentifikasi diabetes tipe 2 dan kondisi kesehatan lainnya.
"Teknologi suara berpotensi merevolusi praktik layanan kesehatan sebagai alat skrining digital yang mudah diakses dan terjangkau," ungkapnya.
Klick berencana melanjutkan penelitian ini dengan menggali lebih dalam untuk mendeteksi masalah pra-diabetes, hipertensi, dan juga kondisi kesehatan lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air





