ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

70% Karyawan OpenAI Ancam Mundur Setelah Sam Altman Dipecat

Selasa, 21 November 2023 | 11:17 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
CEO dan Co-Founder dari OpenAI dengan produknya ChatGPT, Samuel Altman.
CEO dan Co-Founder dari OpenAI dengan produknya ChatGPT, Samuel Altman. (CNBC)

San Francisco, Beritasatu.com  - Sejumlah karyawan OpenAI mengancam akan mengundurkan diri dari startup kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ini dan bergabung dengan mantan bos mereka, Sam Altman, di divisi baru Microsoft, kecuali dewan direksi mundur.

Sumber Reuters mengatakan sekitar 500 anggota staf OpenAI mengatakan mereka akan mengundurkan diri, kata sumber. Chief Technology Officer Mira Murati, Chief Data Scientist Ilya Sutskever, dan Chief Operating Officer Brad Lightcap mengatakan mereka akan bertahan.

OpenAI menunjuk mantan bos Twitch, Emmett Shear, sebagai CEO interim, menggantikan Sam Altman yang pindah ke Microsoft setelah dipecat Jumat lalu. Menurut memo internal yang dilihat oleh Reuters, dewan direksi OpenAI memberhentikan Altman setelah "terjadi kegagalan komunikasi". Penunjukan Shear yang disepakati pada Minggu malam mengakhiri spekulasi bahwa Altman bisa kembali.

Pada Senin (20/11/2023), sekitar 500 dari 700 karyawan (71%) OpenAI mengancam akan mengundurkan diri dalam sebuah surat yang menuntut pengunduran diri dewan direksi dan pengembalian Sam Altman dan mantan Presiden Greg Brockman, menurut salinan yang dilihat oleh Reuters dan sumber yang akrab dengan masalah tersebut. Dokumen tersebut ditandatangani oleh karyawan termasuk Chief Scientist OpenAI Ilya Sutskever, anggota dewan direksi yang memberhentikan Altman.

ADVERTISEMENT

"Saya sangat menyesal atas partisipasi saya dalam tindakan dewan. Saya tidak pernah bermaksud merugikan OpenAI. Saya mencintai segala sesuatu yang telah kita bangun bersama dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk menyatukan kembali perusahaan," kata Sutskever dalam sebuah posting di platform media sosial X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter, pada hari Senin.

Beberapa jam kemudian, Altman dan CEO Microsoft Satya Nadella berusaha meredakan kekhawatiran tentang kemungkinan runtuhnya OpenAI. Altman menulis di X bahwa prioritas utamanya tetap memastikan kelangsungan OpenAI.

Nadella mengatakan dia terbuka untuk orang-orang tetap di OpenAI atau datang ke Microsoft. Namun, dia mencatat bahwa tata kelola di pembuat ChatGPT itu perlu berubah, tidak peduli di mana Altman berakhir.

Beberapa investor di OpenAI, pembuat ChatGPT, sedang menjajaki upaya hukum terhadap dewan perusahaan, kata sumber yang akrab dengan masalah tersebut kepada Reuters pada hari Senin. Sumber mengatakan investor sedang bekerja dengan penasihat hukum untuk mempelajari opsi mereka. Belum jelas apakah investor ini akan menggugat OpenAI.

Investor khawatir mereka bisa kehilangan ratusan juta dolar yang mereka investasikan di OpenAI. Microsoft memiliki 49% saham di unit usaha OpenAI yang mencari laba (for profit). Investor dan karyawan lain menguasai 49%, dengan 2% dimiliki oleh induk nirlaba OpenAI, menurut Semafor.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rumah CEO OpenAI Jadi Target Serangan Bom Molotov

Rumah CEO OpenAI Jadi Target Serangan Bom Molotov

INTERNASIONAL
Ide Elon Musk Bangun Data Center di Luar Angkasa Dianggap Konyol

Ide Elon Musk Bangun Data Center di Luar Angkasa Dianggap Konyol

EKONOMI
Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Nasdaq Naik Berkat Saham AMD

Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Nasdaq Naik Berkat Saham AMD

EKONOMI
Bos-bos Teknologi Dunia Hadiri Jamuan Trump, Elon Musk Dicoret?

Bos-bos Teknologi Dunia Hadiri Jamuan Trump, Elon Musk Dicoret?

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon