Ekspansi BYD ke Vietnam Hadapi Masalah, Kerja Sama dengan Mitra Lokal Dihentikan
Senin, 13 Mei 2024 | 11:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ekspansi produsen mobil listrik Tiongkok, BYD atau Build Your Dream menghadapi masalah di salah satu negara ASEAN, yakni Vietnam. Hal ini karena New Energy Holdings (NEH) tiba-tiba menghentikan kerja sama dengan BYD pada 6 Mei 2024.
Mengutip Carnewschina, Senin (14/5/2024) NEH merupakan perusahaan distribusi Vietnam dan anak perusahaan Tasco Auto. Perusahaan ini merupakan salah satu mitra terbesar BYD di Vietnam, sebelumnya mereka berencana mendirikan 50 diler BYD untuk dibuka pada akhir 2024.
BYD mengeklaim bahwa rencana mereka di Vietnam tidak akan terpengaruh karena memiliki banyak mitra di Vietnam. Namun, tampaknya hal ini akan membuat situasi menjadi lebih buruk karena NEH memiliki sekitar seperlima dari jumlah diler yang direncanakan.
NEH mengeklaim bahwa keputusan tersebut diambil karena adanya penyesuaian dalam strategi bisnis dan rencana untuk membagi sumber daya terlalu tipis, sehingga sulit untuk memenuhi target.
Secara mendadak, NEH mengatakan hendak berdiskusi dengan investor lain untuk menyewakan diler yang belum selesai untuk melanjutkan proyek.
Padahal, tampaknya rencana NEH sebelumnya sudah berada pada tahap lanjut dengan BYD, karena baru-baru ini mereka secara agresif merekrut personel.
Diler milik NEH ada di Hanoi, Ibu Kota Vietnam dan Ho Chi Minh, yang menjadi kota terbesar dan pusat bisnis.
Tasco Auto, pemilik NEH memiliki 86 showroom di seluruh negeri dan mendistribusikan 14 merek, termasuk Toyota, Ford, Mitsubishi, dan Volvo. Perusahaan ini juga membawa Lynk & Co ke Vietnam tahun lalu.
Rencana penjualan awal BYD di Vietnam mengikuti lini produk yang sama untuk hampir semua pasar baru, yang terdiri dari model Dolphin, Seal, dan Atto 3.
Mobil-mobil ini pada awalnya akan diimpor dari Tiongkok, tetapi di masa depan mereka akan diimpor dari Thailand, setelah pabrik senilai US$ 504 juta milik perusahaan mulai berproduksi akhir 2024. Pada akhir tahun ini, model Han, Song, dan Tang akan ditambahkan ke dalam jajaran produk.
BYD akan menjadi perusahaan mobil listrik kedua di negara ini yang memiliki jajaran produk yang beragam, setelah VinFast yang merupakan produk lokal Vietnam. BYD bukan hanya satu-satunya produsen Tiongkok yang menjual mobil listrik di Vietnam, ada Wuling yang juga menjual Hongguang Mini EV di sana.
Peta jalan BYD Vietnam yang diterbitkan beberapa hari yang lalu mengeklaim akan ada 50 diler pada akhir 2024. BYD menargetkan penjualan 5.000 mobil selama paruh kedua tahun ini di negara tersebut.
Sebelumnya pada Mei 2023, pemerintah Vietnam mengumumkan bahwa BYD akan membangun pabrik di provinsi Phu Tho untuk memproduksi mobil listrik. Diyakini proyek tersebut telah ditunda oleh BYD demi pabrik senilai US$ 1,3 miliar dolar AS di Indonesia yang diumumkan pada Januari 2024.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




