ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Ogah Berikan Insentif Mobil Hybrid, Gaikindo Terima dengan Lapang Dada

Sabtu, 10 Agustus 2024 | 12:35 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Mitsubishi XPander Hybrid EV (HEV) diluncurkan di Thailand pada awal 2024 ini. Mitsubishi baru akan membawa mobil hibrida ke Indonesia tahun depan.
Mitsubishi XPander Hybrid EV (HEV) diluncurkan di Thailand pada awal 2024 ini. Mitsubishi baru akan membawa mobil hibrida ke Indonesia tahun depan. (DOK/Mitsubishi Thailand)

Jakarta, Beritasatu.com -  Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, menerima keputusan pemerintah untuk tidak memberikan insentif kepada kendaraan di segmen hybrid atau hibrida.

“Ya, kita harus terima keputusan pemerintah ini,” kata Jongkie Sugiarto dikutip dari Antara, Sabtu (10/9/2024).

Dengan keputusan yang sudah disahkan oleh pemerintah Indonesia, dalam hal ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Gaikindo meminta agar para produsen otomotif yang memasarkan kendaraan hybrid dapat menjalankan strateginya untuk bisa terus menjual kendaraan yang banyak memberikan manfaat ke lingkungan.

ADVERTISEMENT

“Para APM harus mencari strategi lain, agar dapat meningkatkan penjualan mobil-mobil hybrid-nya,” lanjut dia.

Menurut dia, kendaraan hybrid memiliki beberapa keunggulan yang dapat meningkatkan lingkungan menjadi lebih terjaga. Dia menjelaskan, setidaknya terdapat empat hal penting yang dimiliki oleh kendaraan ini.

Pertama, memiliki penghematan dalam penggunaan BBM dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Kedua, mengeluarkan polusi yang sangat rendah. Ketiga, tidak banyak membutuhkan infrastruktur seperti kendaraan elektrik murni, dan keempat, harga yang ditawarkan sangat bersahabat

Dengan berbagai keunggulan yang saat ini memang menjadi isu penting, sehingga Gaikindo telah merundingkan hal-hal tersebut kepada pemerintah untuk menjadi perhatian lebih.

Hal tersebut semata-mata untuk tetap bisa menjaga tren penjualan yang saat ini sedang dalam keadaan positif untuk segmen tersebut.

“Karena hal-hal tersebut maka kami mengusulkan juga dapat diberikan insentif untuk mobil-mobil hybrid walaupun besarannya tidak harus sama seperti insentif mobil full listrik,” tegas dia.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan tidak ada penambahan kebijakan baru untuk sektor otomotif pada 2024.

Dengan tidak adanya perubahan, artinya pemerintah juga tidak akan mengeluarkan kebijakan dalam memberikan insentif untuk kendaraan hybrid di Indonesia.

Segmen ini juga sudah mendapatkan sambutan yang baik di masyarakat, bahkan tumbuh hingga dua kali lipat jika dibandingkan dengan 2023.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Insentif Dorong Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen

Insentif Dorong Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen

EKONOMI
Harga Mobil Listrik Bisa Naik, Pemerintah Belum Putuskan Insentif 2026

Harga Mobil Listrik Bisa Naik, Pemerintah Belum Putuskan Insentif 2026

OTOTEKNO
Penjualan Mobil Turun, Insentif Hybrid Disebut Bisa Dongkrak Industri

Penjualan Mobil Turun, Insentif Hybrid Disebut Bisa Dongkrak Industri

OTOTEKNO
Capai Target, Purbaya Janjikan Pegawai Pajak dan Bea Cukai Insentif

Capai Target, Purbaya Janjikan Pegawai Pajak dan Bea Cukai Insentif

EKONOMI
Ekonom: Likuiditas Bank Perlu Disertai Insentif Rekrutmen

Ekonom: Likuiditas Bank Perlu Disertai Insentif Rekrutmen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon