ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Uni Eropa Tetap Berlakukan Tarif Tinggi untuk Mobil Listrik China

Sabtu, 5 Oktober 2024 | 10:59 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Nio Onvo L60
Nio Onvo L60 (Carnewschina)

Jakarta, Beritasatu.com - Uni Eropa tetap akan menerapkan tarif bea masuk tinggi untuk kendaraan listrik buatan China, setelah melakukan voting pada Jumat (4/10/2024). Uni Eropa mengusulkan akan menetapkan tarif 45% yang akan berlaku mulai November hingga 5 tahun ke depan.

Mengutip Reuters, Sabtu (5/10/2024), dengan tarif 45%, maka kendaraan listrik China akan sangat terbebani hingga menambah cost untuk membawa unit ke benua Eropa.

Uni Eropa menyebut, langkah itu menjadi salah satu bentuk perlawanan dengan apa yang disebut sebagai subsidi China yang tidak adil. Keputusan ini diambil Uni Eropa setelah penyelidikan anti-subsidi selama setahun terakhir.

ADVERTISEMENT

Namun, Uni Eropa juga mengaku akan terus melanjutkan perbincangan dengan China dan akan kompromi dengan kemungkinan menetapkan harga penjualan minimum.

Dalam voting tersebut, mayoritas anggota Uni Eropa mendukung penerapan tarif mobil listrik China. Lima suara menentang dan 12 abstain. Diperlukan 15 negara yang menentang agar pemberlakukan tarif tersebut tidak diterapkan, yang mewakili 65% populasi Uni Eropa.

Prancis, Italia, dan Polandia disebut setuju dengan penerapan tarif tersebut. Namun, Jerman, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, menentang penerapan tarif tersebut.

Eksekutif Uni Eropa mengatakan telah memperoleh dukungan untuk penerapan tarif tersebut, meskipun akan melanjutkan pembicaraan dengan China untuk menemukan solusi alternatif.

Penasihat senior Rhodium Group Noah Barkin mengatakan, keputusan ini sebuah kemenangan besar bagi Uni Eropa setelah tekanan kuat datang dari China dan Jerman.

"Beijing perlu menanggapi bea masuk tersebut dengan tindakan pembalasan, yang akan menghancurkan peluang tercapainya solusi yang dinegosiasikan," ucap dia.

Voting itu juga mencerminkan perpecahan atas hubungan komersial Uni Eropa dengan China. Beberapa negara menginginkan sikap tegas terhadap apa yang mereka lihat sebagai subsidi negara yang berlebihan.

Beberapa negara juga menyadari kegagalan Uni Eropa untuk mengenakan tarif pada panel surya China satu dekade lalu. Diketahui, China memiliki pangsa lebih dari 90% dari pasar fotovoltaik Uni Eropa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Penurunan Tarif AS ke China Bisa Tekan Daya Saing Ekspor Indonesia

Penurunan Tarif AS ke China Bisa Tekan Daya Saing Ekspor Indonesia

EKONOMI
Trump Pangkas Tarif Impor China Jadi 47 Persen

Trump Pangkas Tarif Impor China Jadi 47 Persen

EKONOMI
Trump Kembali Serang China Soal Kedelai AS dan Isyaratkan Balasan

Trump Kembali Serang China Soal Kedelai AS dan Isyaratkan Balasan

INTERNASIONAL
Tak Takut Berperang, China Ancam Balas Tarif 100 Persen Trump

Tak Takut Berperang, China Ancam Balas Tarif 100 Persen Trump

INTERNASIONAL
Trump Tak Akan Kenakan Tarif Baru ke China, Eropa Diminta Ambil Peran

Trump Tak Akan Kenakan Tarif Baru ke China, Eropa Diminta Ambil Peran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon