ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penjualan Mobil 900.000 Unit Terancam Gagal, Gaikindo Siap Revisi

Senin, 4 Agustus 2025 | 17:11 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Pengunjung memadati ruang pamer mobil di ajang pameran automotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (24/7/2025). GAIKINDO selaku penyelenggara pameran menargetkan capaian transaksi penjualan di GIIAS 2025 lebih dari Rp20 triliun, target tersebut berdasarkan pencapaian tahun lalu yang menembus angka Rp 20 triliun.
Pengunjung memadati ruang pamer mobil di ajang pameran automotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (24/7/2025). GAIKINDO selaku penyelenggara pameran menargetkan capaian transaksi penjualan di GIIAS 2025 lebih dari Rp20 triliun, target tersebut berdasarkan pencapaian tahun lalu yang menembus angka Rp 20 triliun. (ANTARA/Muhammad Iqbal)

Jakarta, Beritasatu.com -  Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memberi sinyal kuat bakal merevisi target penjualan mobil tahun 2025 yang semula dipatok sebesar 900.000 unit. Hal ini menyusul tren penurunan penjualan mobil nasional hingga pertengahan tahun dan melemahnya transaksi di ajang GIIAS 2025.

Berdasarkan data semester I/2025, penjualan mobil secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) hanya mencapai 374.740 unit. Angka tersebut merosot 8,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat 410.020 unit.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengakui bahwa pasar otomotif nasional masih lesu. Bahkan, nilai transaksi pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 ikut turun, meski jumlah pengunjung meningkat dibandingkan tahun lalu.

ADVERTISEMENT

“Saya akan lihat sampai tutup, di akhir ini, bulan Juli, Agustus, kita akan lakukan revisi. Tapi, rasanya mungkin akan ada revisi,” ujar Nangoi saat ditemui di arena GIIAS 2025, pekan lalu. 

Nangoi menilai kondisi ekonomi yang sedang menekan daya beli masyarakat kelas menengah menjadi salah satu penyebab utama. Kelompok ini cenderung menahan konsumsi barang tersier seperti kendaraan bermotor.

“Memang situasi ekonomi agak berat, dan sampai pertengahan tahun ini, penjualan kendaraan secara umum juga menurun,” tuturnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa GIIAS bukanlah ajang utama untuk berjualan, melainkan lebih difokuskan pada edukasi pasar mengenai teknologi dan model kendaraan baru. Untuk aktivitas penjualan, Gaikindo mengandalkan pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) di akhir tahun.

“Pameran ini memang bukan utamanya untuk menjual. Tujuan utamanya adalah menginformasikan teknologi-teknologi terbaru dan memperkenalkan model-model baru kepada masyarakat,” tambah Nangoi.

Dengan situasi saat ini, pelaku industri kini menanti revisi resmi dari Gaikindo sebagai acuan baru dalam menyusun strategi pasar hingga akhir tahun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Penjualan Mobil di China Turun, Ekspor EV dan PHEV Melonjak 111 Persen

Penjualan Mobil di China Turun, Ekspor EV dan PHEV Melonjak 111 Persen

OTOTEKNO
Penjualan Tipe Andalan Mobil BYD pada April Anjlok 21 Persen

Penjualan Tipe Andalan Mobil BYD pada April Anjlok 21 Persen

OTOTEKNO
Cetak Rekor Penjualan Baru, Geely Menggila di Pasar Global

Cetak Rekor Penjualan Baru, Geely Menggila di Pasar Global

OTOTEKNO
Peneliti Usul Pajak Mobil Dipangkas untuk Dongkrak Penjualan

Peneliti Usul Pajak Mobil Dipangkas untuk Dongkrak Penjualan

EKONOMI
Penjualan Mobil Kuartal I 2026 Masih Didominasi Merek Jepang

Penjualan Mobil Kuartal I 2026 Masih Didominasi Merek Jepang

OTOTEKNO
Berkat THR Penjualan Mobil Suzuki Naik 64 Persen

Berkat THR Penjualan Mobil Suzuki Naik 64 Persen

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon