Insentif Mobil Listrik CBU Bakal Berakhir 2025?
Senin, 25 Agustus 2025 | 17:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) belum membahas perpanjangan insentif untuk mobil listrik berjenis Battery Electric Vehicle (BEV) dengan skema completely built up (CBU/impor) untuk tahun depan.
Pemerintah saat ini memberikan insentif untuk impor CBU mobil listrik berupa pembebasan bea masuk serta keringanan PPnBM dan PPN, dengan syarat perusahaan penerima manfaat wajib memproduksi kendaraan di dalam negeri dengan rasio 1:1 terhadap jumlah unit CBU yang diimpor.
“Hingga hari ini kami sama sekali belum melakukan rapat atau pembahasan dengan kementerian/lembaga lain mengenai kelanjutannya,” ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, seperti dilansir dari Antara, Senin (25/8/2025).
Dia menegaskan, kebijakan insentif tersebut dapat diasumsikan akan berakhir sesuai ketentuan yang ada pada Desember 2025. “Karena hingga kini belum ada diskusi maupun pertemuan, maka insentif ini akan berakhir sesuai regulasi yang berlaku,” ucapnya.
Saat ini terdapat enam perusahaan yang memanfaatkan insentif impor BEV, yakni PT National Assemblers (Citroen, AION, dan Maxus), PT BYD Auto Indonesia, PT Geely Motor Indonesia, PT VinFast Automobile Indonesia, PT Era Industri Otomotif (Xpeng), dan PT Inchape Indomobil Energi Baru (GWM Ora).
Keenam perusahaan tersebut telah menyiapkan rencana investasi di Indonesia senilai Rp 15,52 triliun dengan kapasitas produksi hingga 305.000 unit sebagai komitmen terhadap program ini.
“Terdapat enam perusahaan yang mengikuti program insentif CBU, dengan total rencana investasi sekitar Rp 15 triliun serta penambahan kapasitas produksi mencapai 305.000 unit,” tambah Mahardi.
Adapun populasi kendaraan listrik di Indonesia saat ini tercatat sebanyak 274.802 unit. Angka tersebut terus meningkat seiring percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Pada 2024, jumlah kendaraan listrik mencapai 207.000 unit, naik 78% dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 116.000 unit.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




