ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gaikindo: Jika Aturan Sama, Pikap Lokal Bisa Saingi Truk 4x4 India

Selasa, 24 Februari 2026 | 08:42 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Simak komparasi mobil niaga India yang akan diimpor untuk pemenuhan kebutuhan di Indonesia dengan mobil niaga ringan produksi Tanah Air.
Simak komparasi mobil niaga India yang akan diimpor untuk pemenuhan kebutuhan di Indonesia dengan mobil niaga ringan produksi Tanah Air. (Google)

Jakarta, Beritasatu.com - Rencana pengadaan 105.000 unit truk dan pikap impor dari India untuk Koperasi Merah Putih memicu reaksi keras dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Di tengah persiapan GIICOMVEC 2026 yang akan digelar 8-11 April 2026 mendatang, Gaikindo menegaskan bahwa industri otomotif nasional lebih dari siap untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Hardika, menekankan bahwa kendaraan niaga lokal, khususnya tipe 4x2, bukan sekadar produk otomotif biasa. Kendaraan ini didukung oleh ekosistem yang sangat dalam, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sudah melampaui 42 persen.

"Industri niaga kita, terutama light truck, memiliki dampak hulu yang besar karena melibatkan banyak vendor komponen lokal. Di sisi hilir, purna jualnya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Operasional konsumen terjamin karena bengkel dan suku cadang cepat terpenuhi," ujar Putu, Senin (24/2/2026). 

ADVERTISEMENT

Menurutnya, memilih produk lokal berarti memastikan kelancaran bisnis tanpa drama inden spare part. Terkait spesifikasi 4x4 yang sering jadi alasan impor, Putu menjelaskan bahwa pabrikan dalam negeri sebenarnya pernah memproduksi varian tersebut. Namun, selama ini pasar 4x4 tidak mencukupi untuk produksi massal yang efisien, sehingga pabrikan hanya melakukan penyesuaian karoseri.

Sementara, Ketua Penyelenggara GIICOMVEC 2026, Anton Kumonti, menambahkan bahwa industri lokal hanya butuh waktu yang rasional dan aturan yang adil (level playing field) untuk bisa berkompetisi dengan produk impor.

"Jika kita diberikan aturan yang sama dalam hal costing dan pricing, saya yakin harga dalam negeri akan sangat kompetitif. Indonesia sudah mampu, asal diberikan kesempatan," tegas Anton. 

Ia mengingatkan bahwa saat ini ada kapasitas produksi sebesar 1,6 juta unit yang belum terpakai (dari total kapasitas 2,9 juta unit), yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan Koperasi Merah Putih.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Impor 105.000 Pikap India Ancam 10.000 Pekerja

Impor 105.000 Pikap India Ancam 10.000 Pekerja

EKONOMI
Polemik Impor Mobil Niaga India: Komparasi dengan Produksi Indonesia

Polemik Impor Mobil Niaga India: Komparasi dengan Produksi Indonesia

OTOTEKNO
Impor 105.000 Pikap dari India Dinilai Rugikan Industri Domestik

Impor 105.000 Pikap dari India Dinilai Rugikan Industri Domestik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon