ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polemik Impor Mobil Niaga India: Komparasi dengan Produksi Indonesia

Minggu, 22 Februari 2026 | 11:24 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Simak komparasi mobil niaga India yang akan diimpor untuk pemenuhan kebutuhan di Indonesia dengan mobil niaga ringan produksi Tanah Air.
Simak komparasi mobil niaga India yang akan diimpor untuk pemenuhan kebutuhan di Indonesia dengan mobil niaga ringan produksi Tanah Air. (Google)

Jakarta, Beritasatu.com - Industri otomotif nasional tengah diguncang polemik besar menyusul langkah PT Agrinas Pangan Nusantara yang memutuskan untuk mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga dari India. Ribuan unit yang terdiri dari merek Mahindra dan Tata Motors ini didatangkan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di seluruh pelosok Indonesia.

Langkah ini menuai kritik tajam dari Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pasalnya, nilai kontrak yang diperkirakan mencapai Rp24,66 triliun tersebut dianggap "melangkahi" kapasitas produksi pikap nasional yang mencapai 1 juta unit per tahun. 

Namun, pihak Agrinas berdalih bahwa kebutuhan akan kendaraan berpenggerak 4x4 dengan harga yang 50% lebih kompetitif menjadi alasan utama, mengingat produsen lokal dinilai belum masif memproduksi tipe tersebut secara mandiri.  Lantas, seperti apa spesifikasi "jagoan India" yang dipilih Agrinas dibandingkan dengan unit andalan yang sudah diproduksi di Indonesia? Berikut adalah penelusuran Beritasatu.com, Minggu (22/2/2026). 

ADVERTISEMENT

Daftar Spesifikasi Unit Impor India (Mahindra dan Tata)

Mahindra Scorpio Pikap

  • Mesin: 2.2L mHawk Turbo Diesel (Euro 4).
  • Performa: Tenaga 140 PS dengan Torsi 320 Nm.
  • Fitur Utama: Penggerak 4x4, transmisi 6-percepatan manual, Cruise Control, dan fitur keselamatan dual airbag serta ABS.

Tata Yodha (Pikap)

  • Mesin: 2.2L Varicor Turbo Diesel / Opsi CNG.
  • Performa: Tenaga 100 hp dan Torsi 250 Nm.
  • Keunggulan: Didesain untuk efisiensi operasional tinggi dengan ketersediaan varian bahan bakar gas.

 

Tata Ultra T.7 (Light Truck)

  • Mesin: 2.9L 4SP BS6 Phase 2.
  • Performa: Tenaga 100 PS dan Torsi 300 Nm.
  • Fitur: Menggunakan sasis truk ringan dengan kenyamanan setir Tilt & Telescopic.

Daftar Spesifikasi Unit Produksi Lokal Indonesia

Mobil pikap konsep Toyota Rangga dipamerkan di Japan Mobility Show 2023 di Tokyo, Jepang, Rabu 25 Oktober 2023 - (Istimewa)
Mobil pikap konsep Toyota Rangga dipamerkan di Japan Mobility Show 2023 di Tokyo, Jepang, Rabu 25 Oktober 2023 - (Istimewa)

Toyota Hilux Rangga

  • Mesin: 2.4L 2GD-FTV Diesel.
  • Performa: Tenaga 149 PS dan Torsi 343 Nm (varian tertinggi).
  • Keunggulan: Platform IMV yang tangguh dengan ketersediaan suku cadang hingga ke kecamatan.

Isuzu Traga

  • Mesin: 2.5L 4JA1-L Direct Injection.
  • Performa: Tenaga 80 PS dan Torsi 191 Nm.
  • Keunggulan: Memiliki dimensi bak terluas di kelasnya, sangat efisien untuk distribusi logistik desa.

Mitsubishi L300 (Euro 4)

  • Mesin: 2.2L 4N14 Turbo Diesel.
  • Performa: Tenaga 99 PS dan Torsi 200 Nm.
  • Keunggulan: Daya tahan mesin yang melegenda dan kemudahan perawatan oleh montir mana pun.

Suzuki Carry Pick-Up

  • Mesin: 1.5L K15B-C (Bensin).
  • Performa: Tenaga 97 PS dan Torsi 135 Nm.
  • Keunggulan: Biaya kepemilikan terendah dan menjadi tulang punggung UMKM nasional.

Mitsubishi All-New Triton

  • Mesin: Baru berkode 4N16, 2.4L Common Rail Turbo.
  • Performa: Tenaga hingga 184 PS dan Torsi fantastis 430 Nm (varian Ultimate/Exceed). Bahkan varian kerja (GLS) memiliki Torsi 330 Nm.
  • Keunggulan: Sistem Super Select 4WD-II yang legendaris dan sasis yang 60% lebih kuat dari model lama. Inilah standar kendaraan medan berat di Indonesia.

Dari perbandingan spesifikasi di atas dari sisi performa murni, Toyota Hilux Rangga dan Mitsubishi All New Triton sebenarnya unggul telak di atas Mahindra Scorpio dan Tata Yodha, baik dari segi tenaga (149 PS) maupun torsi (343 Nm). Hal ini mematahkan anggapan bahwa mesin lokal kalah bertenaga.

Poin kemenangan produk India diyakini adalah kemampuan memenuhi jumlah yang dibutuhkan. Artinya kapasitas produksi pabrik Mahindra Mahindra dan Tata sangat besar dibandingkan dengan produk lokal. 

Agrinas juga menyebut harga produk India bisa lebih murah hingga 50%. Hal ini dimungkinkan karena adanya skema perdagangan bebas Asean–India (AIFTA). Hal ini yang diyakini  Agrinas jadi nilai lebih. 

Hanya saja Gaikindo juga mengklaim bahwa kapasitas produksi kendaraan niaga di Indonesia juga sangat besar. Dari sisi spesifikasi juga sangat bisa diandalkan. Artinya, secara teknis, industri otomotif Indonesia memiliki produk yang setara (bahkan lebih kuat seperti Rangga dan Triton) untuk menandingi produk India.  

Yang perlu diperhatikan adalah kebijakan ini berpotensi menghilangkan nilai tambah ekonomi domestik yang diperkirakan Menperin mencapai Rp 27 triliun. Potensi yang tidak diinginkan oleh pemegang otoritas di mana mereka sejatiya tidak menginginkan uang dari Indonesia lari ke luar negeri dengan jumlah yang sangat besar. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Impor 105.000 Pikap India Ancam 10.000 Pekerja

Impor 105.000 Pikap India Ancam 10.000 Pekerja

EKONOMI
Gaikindo: Jika Aturan Sama, Pikap Lokal Bisa Saingi Truk 4x4 India

Gaikindo: Jika Aturan Sama, Pikap Lokal Bisa Saingi Truk 4x4 India

OTOTEKNO
Impor 105.000 Pikap dari India Dinilai Rugikan Industri Domestik

Impor 105.000 Pikap dari India Dinilai Rugikan Industri Domestik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT