Erick Thohir Ingin Sepak Bola Tiru Sukses IBL Perangi Pengaturan Skor
Selasa, 27 Juni 2023 | 07:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum PSSI yang juga FIBA Board Member, Erick Thohir memberikan pujian kepada IBL dalam hal ketegasan memberantas kecurangan dalam kompetisi. IBL sebagai salah satu liga profesional merespons masalah ini dengan baik. Sejak tahun 2016, sudah banyak pemain yang dihukum karena terbukti melakukan kecurangan.
"IBL sudah melakukan langkah berani dengan menghukum permainan curang dalam kompetisi. Berani memberi hukuman seumur hidup. Saya perlu mencontohnya di sepakbola sebagai ketua umum PSSI. Memang kompetisi harus selalu dijaga bersih," kata Erick Thohir dalam konferensi pers bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, di Mabes Polri, Senin (26/6/2023).
Seperti diketahui IBL lahir pada tahun 2003, ketika Erick yang kini menjadi Menteri BUMN turut membidani karena saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PP Perbasi di periode 2002-2006. Erick menjadi Ketum Perbasi di tahun 2004-2006, menggantikan Sutiyoso.
Bahkan IBL pada tahun 2017 meluncurkan kampanye "No Match Fixing, Fair Play".
Erick ingin keberhasilan IBL ini juga dicontoh di sepak bola. Mantan Presiden klub Inter Milan ini ingin sepak bola mewujudkan kompetisi yang bersih.
"Proses atau hukuman yang ada di setiap kompetisi tentu berbeda. Kami sudah sepakat, yang namanya pemain, wasit, pemilik, pengurus, termasuk saya, kalau ada main-main , maka tidak boleh berkecimpung di olahraga seumur hidup. Kalau olahraga lain seperti bola basket bisa, tentunya sepak bola juga harus bisa melakukan hal yang sama," tegasnya.
Pujian ini tentunya juga semakin melecut IBL untuk terus berkomitmen menjalankan kompetisi yang bersih. Apresiasi Erick Thohir tersebut menjadi motivasi untuk makin memajukan bola basket Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




