ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Japan Masters: Lewati Pertandingan Sulit, Pramudya/Yeremia Lolos ke 16 Besar

Selasa, 14 November 2023 | 19:38 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.
Ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. (PBSI)

Jakarta, Beritasatu.com - Ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, sukses merebut tiket 16 besar Japan Masters 2023 setelah menundukkan wakil Inggris Ben Lane/Sean Vendy, Selasa (14/11/2023).

Bermain di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Pramudya/Yeremia menundukkan penghuni peringkat 23 itu setelah bermain tiga gim, 16-21, 21-19, dan 21-17. Ganda peringkat 19 itu lolos setelah berjuang 55 menit.

Pramudya/Yeremia mengaku mereka lolos setelah menjalani pertandingan yang sulit. Mereka sempat menyerah 16-21 pada gim pertama.

“Tadi itu pertandingan yang tidak mudah bagi kami. Terbukti sampai rubber game. Poinnya juga mepet. Dari segi permainan di gim pertama, kami tertekan terus dan terbawa pola permainan lawan,” ujar Yeremia seusai pertandingan.

ADVERTISEMENT

Pebulu tangkis berusia 24 tahun itu mengungkapkan pada gim kedua, mereka mengubah pola permainan dengan lebih menyerang dan berhasil. Sempat terjadi kejar-mengejar poin, tetapi mereka lebih menguasai permainan depan dan tidak mengangkat bola. 

Hal serupa terjadi pada gim ketiga. Pramudya/Yeremia menyelesaikan gim penentuan setelah memegang kendali permainan.

Pramudya mengungkapkan kemenangan mereka masih diwarnai dengan banyak kesalahan sendiri yang dilakukan dirinya dan Yeremia. 

“Hari ini kami main cukup baik. Meskipun begitu, kami masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Lawan saya akui juga main baik. Cuma kami bermain lebih variatif, terutama di gim kedua dan ketiga,” ujarnya.

Menurut pemain kelahiran Sukabumi ini, pada gim pertama mereka banyak kecolongan dan lawan lebih mengontrol jalannya permainan. Sementara pada gim kedua mereka mencoba mengembalikan keadaan.

“Kami bermain tidak buru-buru dan harus bergantian mengontrol permainan. Begitu juga di gim ketiga permainan depan, harus lebih dipegang,” kata Pramudya.

Pada babak 16 besar, Kamis (16/11/2023), Pramudya/Yeremia akan bertemu unggulan ketujuh asal Tiongkok Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi. 

“Di putaran kedua akan melawan wakil Tiongkok, ini merupakan pertemuan pertama. Kami akan melihat video permainan lawan lebih duhulu dan diskusi dengan pelatih. Hasilnya akan kami praktikkan di lapangan,” ujar Yeremia.

Menurut pemain kelahiran Jakarta itu, hal yang harus diwaspadai dari Liu/Ou adalah serangan dan pukulan drive-nya yang sangat bagus. Untuk bisa menang, kata Yeremia, mereka harus menyerang.

Hal senada diungkapkan Pramudya. “Di babak kedua,melawan wakil Tiongkok. Kami malah belum pernah bertemu. Kami akan main all out saja. Apalagi persiapan kami juga sudah cukup,” kata Pramudya (22).

Sayang langkah Pramudya/Yeremia gagal diikuti ganda putra Indonesia lainnya, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. ganda berjulukan The Babies ini tersingkir pada babak awal setelah menyerah kepada wakil tuan rumah yang juga unggulan keenam, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Leo/Daniel tersisih setelah menyerah 14-21, 21-10, 18-21. Mereka gagal melanjutkan langkah setelah berjuang 52 menit.

Leo mengungkapkan seharusnya mereka bisa memenangkan pertandingan melawan Hoki/Kobayashi. Namun, kesalahan sendiri yang kerap mereka buat, menjadi kendala memenangkan pertandingan. 

“Kesempatan untuk menang sebenarnya ada. Lawan sebenarnya mainnya juga belum kembali seperti dahulu. Cuma, kami malah banyak salah sendiri, mati sendiri. Banyak buangan bola kami gampang tertebak lawan,” papar Leo.

Leo menambahkan, dia dan Daniel menyelesaikan gim kedua karena menang angin dan membuat mereka nyaman dalam menyerang.

“Cuma di gim ketiga, kami bermain terlalu buru-buru, terutama saat poin 17-17. Saat habis mati atau dimatikan lawan, itu membuat saya jadi ragu-ragu lagi. Lawan di akhir-akhir gim ketiga juga tidak melambungkan bola agar tidak diserang,” ujar pemain kelahiran Klaten, Jawa Tengah ini.

Soal kekalahan ini Daniel Marthin  mengungkapkan,"Sayang juga kami tidak bisa memanfaatkan kesempatan untuk bisa memenangi pertandingan. Tadi kalau saya tidak melakukan kesalahan sendiri, terutama di poin-poin akhir gim ketiga, harapan itu ada."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon