ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tottenham Akhiri Puasa Trofi, Masa Depan Postecoglou Tak Pasti

Kamis, 22 Mei 2025 | 10:29 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Selebrasi pemain Tottenham Hotspur merayakan gelar juara Liga Europa 2025.
Selebrasi pemain Tottenham Hotspur merayakan gelar juara Liga Europa 2025. (X/@Spursofficial)

Bilbao, Beritasatu.com - Tottenham Hotspur mengakhiri penantian 17 tahun tanpa gelar dengan meraih juara Liga Europa setelah mengalahkan Manchester United 1-0 di Bilbao, Kamis (22/5/2025). Meski  Spurs sukses meraih trofi Eropa pertama sejak 1984, masa depan pelatih Ange Postecoglou masih belum jelas.

Kemenangan ini juga memastikan Tottenham tampil di Liga Champions musim depan, serta berpotensi mengantongi pendapatan hingga £100 juta (Rp 2 triliun). Dana tersebut diharapkan dapat memperkuat skuad yang saat ini dinilai masih kurang merata dan rentan cedera.

Namun, pencapaian terbesar Spurs mungkin terletak pada aspek psikologis. Gelar ini mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali mereka meraih Piala Liga pada 2008. Menurut Postecoglou, mengakhiri siklus tanpa gelar dapat menjadi titik balik penting dalam membentuk mental juara di tubuh tim.

ADVERTISEMENT

“Semakin lama penantian berlangsung, semakin sulit untuk memutuskannya. Kini mereka tahu rasanya dan mereka akan menginginkannya lagi,” kata pelatih asal Australia itu.

Postecoglou menilai kemenangan ini akan menjadi pengalaman berharga bagi skuad muda Tottenham. Ia percaya para pemain kini memahami kerja keras dan pengorbanan yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan.

“Kami punya tim muda. Anda bisa bicara soal kesuksesan, tetapi sampai mereka benar-benar merasakannya, itu tidak akan jadi nyata. Mereka telah mendaki gunung dan sekarang mereka tahu jalannya,” ujarnya.

Pelatih yang pernah sukses bersama Celtic dan Brisbane Roar ini menegaskan kebahagiaan terbesar datang dari melihat orang-orang di sekitarnya merayakan kemenangan.

Tottenham sebelumnya mengalami patah hati di final Liga Champions 2019 setelah kalah 0-2 dari Liverpool. Kini, kapten Son Heung-min yang pernah merasakan kegagalan tersebut, mengaku lega akhirnya bisa meraih trofi pertama bersama klub.

“Saya merasa sangat tertekan. Tujuh hari terakhir saya bermimpi setiap malam tentang kemenangan ini, sekarang saya bisa tidur dengan tenang,” kata Son.

Setelah sukses di Liga Europa, Spurs akan menantikan laga Piala Super UEFA melawan pemenang final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Inter Milan. Pertandingan tersebut bisa menjadi ujian awal apakah Tottenham benar-benar telah memasuki era baru kejayaan dengan atau tanpa Postecoglou.

Soal ini Postecoglu mengaku belum berbicara dengan manajemen klub.

“Malam ini, saya hanya ingin menikmati momen bersama keluarga dan teman, membuka sebotol wiski, dan bersiap untuk parade Jumat. Senin nanti, saya akan pergi berlibur bersama keluarga saya yang luar biasa, karena saya pantas mendapatkannya,” tutup pelatih Tottenham Ange Postecoglou.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pochettino Bertahan di AS, Tak Ada Kontak dengan Spurs dan Madrid

Pochettino Bertahan di AS, Tak Ada Kontak dengan Spurs dan Madrid

SPORT
Liverpool vs Tottenham: Ujian Berat Spurs di Anfield

Liverpool vs Tottenham: Ujian Berat Spurs di Anfield

SPORT
Tottenham vs Liverpool: Tidak Ada Salah Tak Masalah

Tottenham vs Liverpool: Tidak Ada Salah Tak Masalah

SPORT
Eze Cetak Hat Trick, Arsenal Benamkan Spurs 4-1

Eze Cetak Hat Trick, Arsenal Benamkan Spurs 4-1

SPORT
Son Tak Dapat Medali Saat Tottenham Juara Liga Europa, UEFA Minta Maaf

Son Tak Dapat Medali Saat Tottenham Juara Liga Europa, UEFA Minta Maaf

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon