ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kritik Penalti Tekanan Ban MotoGP, Marc Marquez Minta Aturan Diubah

Selasa, 5 Agustus 2025 | 11:47 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez.
Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez. (AP/Robert Michael)

Jakarta, Beritasatu.com – Marc Marquez menyuarakan kritiknya terhadap penalti aturan tekanan ban MotoGP yang kontroversial. Meski mendukung aturan tersebut sebagai langkah keselamatan, pembalap Ducati Lenovo itu menilai hukuman yang diberlakukan saat ini terlalu berat dan perlu direvisi.

Marquez harus rela kehilangan posisi terdepan dalam Sprint Race di Brno akhir pekan lalu seusai mendapat peringatan di dashboard bahwa tekanan ban depannya hampir melanggar batas minimum untuk 30% putaran balapan. 

Ia pun membiarkan Pedro Acosta menyalip, lalu mengikuti di belakang untuk meningkatkan suhu dan tekanan ban, sebelum akhirnya merebut kembali posisi terdepan dan keluar sebagai pemenang.

ADVERTISEMENT

Strategi serupa juga berhasil ia lakukan sebelumnya di Buriram untuk menghindari penalti. Namun, taktik ini hanya bisa dilakukan jika pembalap di belakang lebih lambat. Jika tidak, seperti yang terjadi pada Maverick Vinales di Qatar, pembalap tetap bisa kehilangan posisi dan tetap terkena hukuman pasca-balapan.

Rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, juga menjadi korban aturan ini di Brno. Karena kesalahan sistem di motornya, Bagnaia mengira tekanannya di bawah ambang batas, membiarkan beberapa pembalap melewatinya dan turun dari posisi kedua ke ketujuh. Setelah balapan, baru diketahui tekanan bannya sebenarnya sudah aman.

Marquez menyatakan dukungannya terhadap aturan tersebut, namun ia menganggap penalti saat ini, yakni +8 detik untuk Sprint dan +16 detik untuk grand prix, terlalu ekstrem.

“Saya setuju dengan aturan itu karena ini demi keselamatan. Namun penalti saat ini menurut saya terlalu berat. Saya pikir seharusnya dikurangi menjadi setengahnya, misalnya 4 detik untuk Sprint dan 8 detik untuk balapan penuh. Itu lebih masuk akal,” ujar Marquez.

Marquez menambahkan bahwa memperbesar jarak waktu demi menyerap penalti bukanlah opsi yang realistis dalam sprint race. “Dalam sprint, Anda tidak bisa menciptakan jarak 8 detik. Itu mustahil,” tegasnya.

Namun, pengurangan penalti juga bisa berdampak negatif. Risiko terbesarnya adalah pembalap lebih memilih melaju cepat meski tekanannya tidak ideal, ketimbang mengatur ulang ritme balapan, sehingga tujuan keselamatan dari aturan itu menjadi tidak efektif.

Di sisi lain, Michelin selaku pemasok ban MotoGP terbuka terhadap kemungkinan pengenaan penalti langsung saat balapan untuk menggantikan sistem penalti pasca-balapan yang kini kerap memicu kontroversi dan protes.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bezzecchi Menangi MotoGP Valencia, Aprilia Back to Back Juara

Bezzecchi Menangi MotoGP Valencia, Aprilia Back to Back Juara

SPORT
Bezzecchi Juara di Portugal karena Pelajari Gaya Balap Alex Marquez

Bezzecchi Juara di Portugal karena Pelajari Gaya Balap Alex Marquez

SPORT
Jorge Martin Absen pada MotoGP Portugal Akibat Cedera Bahu

Jorge Martin Absen pada MotoGP Portugal Akibat Cedera Bahu

SPORT
Alex Marquez Menang di Sepang, Ini Klasemen Pembalap MotoGP 2025

Alex Marquez Menang di Sepang, Ini Klasemen Pembalap MotoGP 2025

SPORT
Bezzecchi: Hanya Jurnalis yang Memprediksi Saya Bisa Tampil di Podium

Bezzecchi: Hanya Jurnalis yang Memprediksi Saya Bisa Tampil di Podium

SPORT
Bezzecchi Geser Bagnaia, Ini Klasemen Pembalap Terbaru MotoGP 2025

Bezzecchi Geser Bagnaia, Ini Klasemen Pembalap Terbaru MotoGP 2025

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon