Amorim Ungkap Kunci MU Kalahkan Brighton 4-2: Mesin Pekerja Lini Depan
Minggu, 26 Oktober 2025 | 17:30 WIB
Manchester, Beritasatu.com - Euforia Old Trafford membahana pada Sabtu (25/10/2025) malam, seiring Manchester United (MU) mengamankan kemenangan mendebarkan 4-2 atas Brighton & Hove Albion. Kemenangan ini adalah pernyataan tegas filosofi baru di bawah manajer Ruben Amorim, yang kini mengutamakan etos kerja tak kenal lelah, bahkan dari lini serang.
Manchester United, yang kini mencatatkan tiga kemenangan beruntun di Premier League, membuka keunggulan melalui gol perdana rekrutan musim panas, Matheus Cunha pada menit ke-24. Gelandang asal Brasil ini melepaskan tembakan melengkung yang tak terjangkau kiper Brighton, Bart Verbruggen.
Hanya 10 menit berselang, Casemiro (34') menggandakan keunggulan Setan Merah dengan tembakan jarak jauh yang terdefleksi, memastikan skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Di babak kedua, dominasi United berlanjut ketika penyerang Bryan Mbeumo mencetak gol pertamanya (61'), menyelesaikan kerja sama apik dengan Benjamin Sesko untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Di sinilah drama dimulai. Brighton sempat membuat penggemar tuan rumah tegang, membalas melalui tendangan bebas indah dari mantan pemain United, Danny Welbeck (74'). Gol kedua The Seagulls dicetak oleh pemain pengganti Charalampos Kostoulas (90+2') di masa injury time, mengubah skor menjadi 3-2.
Namun, di tengah ketegangan memuncak, Mbeumo (90+6') muncul sebagai pahlawan, mencetak gol keduanya (brace) di menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan 4-2 yang meyakinkan. Kemenangan krusial ini sementara waktu mengangkat United ke posisi empat besar klasemen Liga Inggris.
Filosofi Amorim: Pertahanan Dimulai dari Lini Depan
Pascapertandingan tersebut, Ruben Amorim, sang arsitek tim, tidak ragu melontarkan pujian. Uniknya, bukan hanya bakat menyerang yang ia soroti, melainkan disiplin pertahanan dari trisula serangnya.
"Mereka punya banyak bakat," kata Ruben Amorim dalam wawancaranya. "Tetapi saya sangat menyukai cara mereka bertahan, terutama tiga pemain di depan."
Amorim memberikan perhatian khusus pada etos kerja para penyerangnya. Ia menyebut Bryan Mbeumo sebagai "mesin pekerja" yang selalu ada setiap kali tim kehilangan bola. Sementara itu, Matheus Cunha dinilai melakukan "pekerjaan yang hebat dalam bertahan" yang jauh berbeda dari pertandingan-pertandingan awal.
Bagi Amorim, perjuangan defensif ini adalah kunci. "Kita bisa memiliki semua bakat di dunia, tetapi, jika kita tidak berjuang, di liga ini, Anda tidak memiliki peluang," tegasnya.
Sebaliknya, jika tim memiliki semangat bertarung, bakat para pemain akan muncul untuk "menentukan pertandingan."
Filosofi ini menunjukkan bahwa sukses United kini sangat bergantung pada kinerja kolektif, yang dimulai dengan agresi dan kerja keras dari lini serang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




