Xabi Alonso Akhiri Isu Konflik dengan Vinicius Jr di Real Madrid
Sabtu, 1 November 2025 | 20:23 WIB
Madrid, Beritasatu.com — Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, akhirnya buka suara terkait isu keretakan hubungannya dengan Vinicius Junior setelah sang pemain tidak menyebut namanya dalam permintaan maaf publik baru-baru ini. Alonso menegaskan masalah dengan penyerang asal Brasil itu kini telah diselesaikan secara internal dan hubungan keduanya kembali baik.
Vinicius sempat menjadi sorotan seusai menunjukkan amarah ketika ditarik keluar pada menit ke-72 dalam laga El Clasico akhir pekan lalu. Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Real Madrid atas Barcelona itu, Vinicius terlihat kecewa dan memprotes keputusan Alonso dari pinggir lapangan sebelum menuju ruang ganti.
Beberapa laporan di Spanyol menyebut hubungan keduanya memanas hingga Vinicius mempertimbangkan untuk hengkang dari klub. Namun, Alonso menepis isu tersebut dan menegaskan semua sudah diselesaikan melalui pertemuan tim pertengahan pekan ini.
“Apakah Vinicius sudah meminta maaf kepada saya? Kami mengadakan rapat tim pada Rabu, dan dia bersikap luar biasa. Ia berbicara dengan jujur, dan bagi saya, masalah itu selesai.” kata Alonso dalam konferensi pers jelang laga melawan Valencia.
Saat ditanya soal dirinya yang tidak disebut dalam permintaan maaf publik Vinicius, Alonso menjawab diplomatis. “Pernyataannya sangat positif dan tulus. Ia berbicara dari hati, dan itu yang paling penting. Saya merasa puas dan bangga. Masalah ini sudah tuntas sejak Rabu lalu,” tegas pelatih berusia 43 tahun itu.
Alonso menambahkan, tim kini kembali fokus ke lapangan. “Kami berlatih dengan baik, dan semua pemain, termasuk Vini, berada di jalur yang sama. Tidak ada dendam, tidak ada hukuman. Semua fokus pada hal terpenting pertandingan mendatang.”
Vinicius sebelumnya mengunggah pernyataan permintaan maaf di media sosial setelah kemenangan 2-1 atas Barcelona, menyesali sikap emosionalnya saat El Clasico. “Saya ingin meminta maaf kepada semua Madridista atas reaksi saya ketika digantikan. Saya juga sudah meminta maaf secara langsung kepada rekan-rekan, klub, dan presiden,” tulisnya.
“Kadang emosi menguasai saya karena saya selalu ingin menang dan membantu tim. Semangat kompetitif itu lahir dari kecintaan saya pada klub ini. Saya berjanji akan terus berjuang setiap detik untuk Real Madrid,” tambahnya.
Momen emosional itu terjadi ketika Vinicius melihat nomornya muncul di papan pergantian pemain. Ia tampak kecewa, sempat memprotes Alonso, dan bahkan mengatakan kepada asisten pelatih, Sebas Parrilla, “Lebih baik saya pergi dari tim.” Ia kemudian langsung berjalan menuju lorong pemain.
Meski Alonso tetap tenang di hadapan media, laporan dari The Athletic menyebut sang pelatih sebenarnya marah besar terhadap perilaku Vinicius. Beberapa pemain Madrid juga dikabarkan menilai Alonso terlalu kaku dan otoriter dibandingkan pelatih sebelumnya, Carlo Ancelotti, yang dikenal santai dan dekat dengan pemain.
Sejak awal masa jabatannya, Alonso memang menetapkan standar disiplin tinggi di Real Madrid. Ia menekankan pentingnya ketepatan waktu, intensitas, dan dedikasi dalam latihan, serta memperingatkan tidak ada satu pun pemain yang dijamin mendapat tempat utama di tim.
Namun kini, setelah pertemuan tim yang disebut berlangsung produktif, Alonso memastikan seluruh skuad kembali bersatu mengejar target bersama. “Kami semua berada di perahu yang sama. Yang terpenting sekarang adalah Real Madrid,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




