BATC 2026: Bagas Menang, Indonesia Unggul 2-1 atas Thailand
Jumat, 6 Februari 2026 | 21:32 WIB
Qingdao, Beritasatu.com — Tim bulu tangkis putra Indonesia sementara unggul 2-1 atas Thailand pada babak perempat final Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 yang berlangsung di Qingdao, Jumat (6/2/2026).
Indonesia membuka keunggulan melalui tunggal putra pertama Moh Zaki Ubaidillah yang tampil solid saat mengalahkan Panitchapon Teeraratsakul dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 22-20, sehingga membawa Merah Putih memimpin 1-0.
Thailand kemudian menyamakan kedudukan melalui sektor ganda putra. Pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana harus mengakui keunggulan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul dalam pertandingan tiga gim dengan skor 21-14, 15-21, dan 17-21.
Kemenangan penentu sementara untuk Indonesia datang dari tunggal putra kedua, Prahdiska Bagas Shujiwo, yang berhasil menundukkan Puritat Arree lewat pertandingan ketat tiga gim dengan skor 21-7, 17-21, dan 21-18, membuat Indonesia kembali memimpin 2-1.
Seusai pertandingan, Prahdiska mengungkapkan laga tersebut tidak berjalan mudah karena dirinya sempat mengalami gangguan fisik di tengah pertandingan.
“Alhamdulillah hari ini bisa lewatin dengan baik, walaupun ada insiden kurang baik. Kaki saya agak ketarik dan mata sempat kelilipan tapi alhamdulillah bisa menang,” ujar Prahdiska.
Ia menilai performanya cukup baik di gim pertama, tetapi mulai kehilangan kepercayaan diri di gim kedua hingga lawan mampu memanfaatkan situasi tersebut.
“Di gim pertama saya cukup mendominasi dan bisa mengontrol keadaan. Di gim kedua saya sempat bingung dan tidak yakin dengan pengembalian bola. Saya terus mencoba, hanya saja terlalu memaksakan mengejar bola,” katanya.
Menurutnya, arahan pelatih saat memasuki gim penentuan menjadi kunci kebangkitannya untuk kembali fokus dan percaya diri.
“Masuk gim ketiga, pelatih dan Aa Ginting hanya mengingatkan untuk yakin dan percaya diri,” lanjutnya.
Prahdiska mengaku sempat kehilangan momentum meski unggul cukup jauh di awal gim ketiga, tetapi pengalaman pahit di beberapa turnamen sebelumnya membuatnya bertekad tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Saat interval saya sudah unggul 11-5, tetapi sempat terkejar dan kembali kurang yakin. Saya ingat pengalaman di Indonesia Masters dan Thailand kemarin, di poin krusial kalah dua kali, jadi saya tidak mau itu terulang,” ucapnya.
Ia juga menyebut pengalaman bersama tim di ajang sebelumnya membantu kesiapan mental menghadapi berbagai kemungkinan situasi pertandingan beregu.
“Saya juga belajar dari pengalaman di SEA Games bareng coach Indra, Alwi, Ubed. Strategi disiapkan untuk berbagai skenario tim. Skor 1-1, 1-0, 2-0, atau jadi penentu harus siap. Senang banget, bangga bisa sumbang poin untuk Indonesia,” tutup Prahdiska.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




