Dikalahkan Korea, Tim Putri Indonesia Gagal Masuk Final BATC 2026
Sabtu, 7 Februari 2026 | 14:23 WIB
Qingdao, Beritasatu.com — Langkah tim bulu tangkis putri Indonesia terhenti pada babak semifinal Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 setelah kalah 1-3 dari Korea Selatan di Qingdao, Sabtu (7/2/2026).
Hasil ini memastikan Indonesia meraih medali perunggu dari ajang beregu Asia tersebut.
Indonesia langsung tertinggal setelah tunggal pertama Thalita Ramadhani Wiryawan belum mampu mengimbangi permainan Kim Ga Eun dan kalah dua gim langsung dengan skor 5-21 dan 4-21.
Korea kemudian memperbesar keunggulan melalui sektor ganda putri. Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum harus mengakui ketangguhan Baek Ha Na/Kim Hye Jeong setelah kalah 14-21 dan 10-21, membuat Indonesia tertinggal 0-2.
Harapan sempat kembali terbuka saat tunggal kedua Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi tampil meyakinkan dan menundukkan Park Ga Eun dua gim langsung 21-14 dan 21-13. Kemenangan tersebut memperkecil kedudukan menjadi 1-2.
Namun, Korea memastikan kemenangan pada partai keempat. Ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi harus menyerah tipis dari Lee Seo Jin/Lee Yeon Woo dengan skor identik 19-21 dan 19-21.
Dengan hasil itu, partai tunggal ketiga yang seharusnya mempertemukan Ester Nurumi Tri Wardoyo melawan Kim Min Ji tidak perlu dimainkan.
Siti Fadia mengakui pertandingan penentuan berjalan ketat, tetapi kesalahan sendiri menjadi faktor yang merugikan Indonesia.
"Pertandingan cukup ramai dan kami kembali berada di posisi penentu. Lawan bermain lebih lepas karena mereka bukan pasangan asli, sementara kami terlalu terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan di poin-poin akhir," ujar Fadia.
Sebagai kapten tim, Fadia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain meski gagal melaju ke final BATC 2026.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah berjuang. Maaf, saya dan Tiwi belum bisa menyumbang poin hari ini. Namun saya tetap bersyukur karena dengan pemain-pemain tunggal junior, kami bisa mencapai target naik podium. Medali perunggu ini untuk seluruh tim," katanya.
Amallia Cahaya Pratiwi menilai pertahanan lawan sangat disiplin sehingga membutuhkan kesabaran ekstra untuk membongkarnya.
"Pertahanan mereka rapat dan kuat. Untuk membongkarnya memang harus sangat sabar, tetapi hari ini kami belum cukup sabar," ucap Amallia.
Meski gagal melaju ke final, hasil semifinal BATC 2026 tetap menjadi catatan positif bagi tim putri Indonesia yang tampil dengan kombinasi pemain senior dan junior.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




