Kejuaraan Anggar Asia 2026 Dorong Sport Tourism Jakarta
Minggu, 22 Februari 2026 | 10:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Penyelenggaraan Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di Jakarta pada 20–27 Februari membawa dampak lebih luas dari sekadar kompetisi olahraga. Ajang internasional ini dinilai memberi efek berganda, terutama bagi sektor ekonomi dan pariwisata olahraga.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi), Firtian Judiswandarta, menyatakan antusiasme peserta dari berbagai negara sangat tinggi. Menurut dia, kejuaraan ini menjadi seri pertama untuk kelompok kadet dan junior di kawasan Asia pada 2026.
“Ini adalah kejuaraan kadet dan junior pertama di zona Asia pada 2026. Jadi mereka sangat antusias. Selain itu, ajang ini juga menjadi bagian penting dari perburuan tiket menuju Youth Olympic Games 2026 di Dakar,” ujar Firtian di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan, kejuaraan tingkat Asia untuk kategori kadet dan junior hanya digelar sekali dalam setahun. Pada edisi 2026, Jakarta menjadi satu-satunya kota tuan rumah di kawasan Asia.
Sebanyak 26 negara ambil bagian dengan total sekitar 801 atlet. Jika dihitung bersama ofisial, pelatih, orang tua, serta pendamping, jumlah delegasi yang datang dan menetap selama kejuaraan diperkirakan melampaui 1.600 orang.
Firtian menilai kehadiran ratusan tamu mancanegara tersebut memberikan dampak ekonomi langsung bagi Jakarta. Ia memperkirakan setiap delegasi mengalokasikan anggaran besar untuk kebutuhan akomodasi.
“Rata-rata setiap delegasi mengeluarkan biaya sekitar Rp 800 juta sampai Rp 1,2 miliar hanya untuk kebutuhan kamar hotel. Belum termasuk konsumsi, perlengkapan, dan kebutuhan lainnya,” katanya.
Lebih jauh, ia menambahkan, event internasional seperti ini turut menggerakkan industri olahraga nasional. Pelaku usaha kecil dan menengah berpeluang memasarkan produk, mulai dari perlengkapan anggar hingga kebutuhan pendukung lainnya.
“Kalau berbicara industri olahraga, ini bukan sekadar pertandingan. Ada sport tourism, sport entertainment, hingga sport product yang ikut bergerak,” ujar Firtian.
Kejuaraan ini juga menjadi momentum penting bagi Indonesia. Terakhir kali Tanah Air menjadi tuan rumah ajang anggar kadet dan junior tingkat internasional adalah pada 2011. “Tidak setiap tahun Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah. Ini membuka jalan untuk event yang lebih besar ke depan,” tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Mirip Film, AS dan Iran Adu Cepat Temukan Pilot F-15E yang Jatuh




