BAC 2026: Bangkit dari Tekanan, Fajar/Fikri Raih Tiket Semifinal
Jumat, 10 April 2026 | 19:22 WIB
Ningbo, Beritasatu.com — Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses mengamankan tiket semifinal Badminton Asia Championships (BAC) 2026. Mereka menyingkirkan wakil Chinese Taipei, Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee, lewat kemenangan dua gim langsung 21-15 dan 21-18, di Ningbo, China, Jumat (10/4/2026).
Fajar mengungkapkan rasa syukur atas hasil positif yang diraih dalam pertandingan tersebut. Ia menilai persiapan matang menjadi kunci dalam menghadapi lawan yang memiliki pertahanan solid.
“Bersyukur tiada henti alhamdulillah diberikan kelancaran di pertandingan hari ini,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, pasangan lawan memiliki pola permainan yang kuat, khususnya dalam bertahan. Terlebih, mereka sebelumnya mampu mengalahkan wakil Indonesia lainnya sehingga perlu diwaspadai.
“Kami tahu pola permainan lawan sangat baik terutama di defense mereka yang solid. Mereka juga kemarin mengalahkan pasangan Indonesia lainnya jadi kami terus mempelajari kelemahan dan kelebihan mereka,” lanjutnya.
Pada gim kedua, Fajar/Fikri sempat berada dalam tekanan setelah tertinggal lebih dahulu. Namun, mereka mampu bangkit dengan terus menekan hingga membalikkan keadaan.
“Di gim kedua kami terus mencoba, mereka sempat leading dan kami tidak mau mengalah begitu saja. Kami terus paksa dan akhirnya bisa,” kata Fajar.
Ia juga mengaku senang bisa kembali menembus semifinal, tetapi tetap memilih fokus untuk menghadapi laga berikutnya.
“Senang kembali ke semifinal tetapi kami mau fokus dan menyiapkan lagi diri untuk laga semifinal besok,” ucapnya.
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri menegaskan bahwa komunikasi yang solid menjadi faktor utama kemenangan mereka. Meski sempat tertinggal di gim kedua, pasangan ini mampu menemukan celah untuk mengejar ketertinggalan.
“Kunci kemenangan hari ini adalah komunikasi yang baik dengan pasangan. Di gim kedua posisi kami selalu tertinggal tetapi kami terus mencari peluang bagaimana kita bisa mengejar dan akhirnya ya bisa mengejar,” jelas Fikri.
Fikri juga menyebut mereka telah mempelajari permainan lawan melalui rekaman pertandingan sebelumnya, termasuk saat pasangan Chinese Taipei tersebut mengalahkan Sabar/Reza. “Kami juga sempat menonton video kemarin mereka bermain saat mengalahkan Sabar/Reza,” tambahnya.
Menurut Fikri, kekuatan utama lawan terletak pada permainan yang rapi serta pertahanan yang kokoh. Meski demikian, mereka mampu menemukan titik lemah untuk dimanfaatkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




