ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cetak Sejarah Saat Imbangi Portugal, Skuad Kongo Dipenuhi Rasa Bangga

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:26 WIB
MA
MA
Penulis: Medikantyo Junandika Adhikresna | Editor: MA
Hasil imbang Republik Demokratik Kongo saat menghadapi Portugal pada laga Piala Dunia 2026, Kamis 18 Juni 2026 pagi WIB, membuat para pemain penuh kebanggaan.
Hasil imbang Republik Demokratik Kongo saat menghadapi Portugal pada laga Piala Dunia 2026, Kamis 18 Juni 2026 pagi WIB, membuat para pemain penuh kebanggaan. (AP/Eric Smith)

Jakarta, Beritasatu.com – Hasil imbang 1-1 yang diraih Republik Demokratik Kongo saat menghadapi Portugal pada laga Piala Dunia 2026, disambut penuh kebanggaan oleh skuad The Leopards, Kamis (18/6/2026) pagi WIB. Penyerang Yoane Wissa dan pelatih Sebastien Desabre menilai satu poin yang diraih merupakan hasil dari kerja keras serta semangat juang tinggi seluruh pemain.

Wissa menjadi pahlawan Kongo setelah mencetak gol penyeimbang menjelang berakhirnya babak pertama. Gol tersebut memiliki arti khusus karena menjadi gol pertama Kongo sepanjang sejarah penampilan mereka di putaran final Piala Dunia.

Penyerang Newcastle United itu mengaku bangga dengan pencapaian timnya yang mampu memberikan perlawanan sengit kepada Portugal, salah satu tim unggulan pada turnamen tersebut.

ADVERTISEMENT

"Saya tentu sangat bangga hari ini karena kami telah bekerja sangat keras. Ini adalah pertandingan yang sangat sulit melawan tim yang lebih kuat daripada kami. Namun, kami menunjukkan keberanian dan daya juang yang luar biasa," kata Wissa, seperti dilansir dari laman resmi FIFA.

Menurutnya, gol bersejarah yang berhasil dicetak bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga mencerminkan karakter kuat yang dimiliki seluruh pemain Kongo.

"Mencetak gol pertama kami adalah sumber kebanggaan yang sangat besar karena itu mencerminkan karakter tim ini. Hal terpenting sekarang adalah terus melangkah dan mempertahankan semangat tersebut," ucapnya.

Gol Wissa membuka lembaran baru bagi sepak bola Kongo pada gelaran turnamen antarklub terbesar dunia itu. Pada penampilan sebelumnya dalam Piala Dunia 1974, ketika masih bernama Zaire, negara tersebut gagal mencetak gol dan selalu kalah saat menjalani tiga pertandingan fase grup.

Desabre Puji Mentalitas Pemain

Pelatih Kongo Sebastien Desabre memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya yang mampu menjalankan strategi dengan disiplin dan penuh pengorbanan. Menurutnya, hasil positif melawan Portugal tidak diraih secara kebetulan, melainkan buah dari kerja keras tim yang menjalankan instruksi pelatih dengan sangat baik sepanjang pertandingan.

"Para pemain menunjukkan komitmen dan pengorbanan yang luar biasa. Kami menjalankan rencana permainan persis seperti yang kami inginkan dan berhasil mencetak gol melalui situasi bola mati," ujar Desabre.

Pelatih asal Prancis itu mengaku bangga karena para pemain mampu menunjukkan wajah positif sepak bola Kongo di hadapan dunia.

"Sejujurnya, saya sangat bangga kepada para pemain karena mereka mewakili Kongo dengan cara yang sangat positif dan seluruh negara layak menikmati pencapaian ini," kata Desabre.

Hasil imbang melawan Portugal menjadi modal berharga bagi Kongo untuk melanjutkan perjuangan pada fase grup. Penampilan disiplin di lini belakang serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang membuat tim peringkat ke-46 dunia itu menunjukkan bahwa mereka bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata dalam gelaran Piala Dunia 2026.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wabah Ebola Bikin Kongo Terancam Gagal Tampil pada Piala Dunia 2026

Wabah Ebola Bikin Kongo Terancam Gagal Tampil pada Piala Dunia 2026

SPORT
Wabah Ebola, Timnas Kongo Batal Gelar TC Menjelang Piala Dunia 2026

Wabah Ebola, Timnas Kongo Batal Gelar TC Menjelang Piala Dunia 2026

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon