Banjir Putus Komunikasi, Mahasiswi Aceh di Makassar Hadapi Tekanan
Jumat, 12 Desember 2025 | 09:06 WIB
Makassar, Beritasatu.com – Di tengah banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra, seorang mahasiswi asal Aceh yang menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Almira Salsabilah (25), harus menghadapi situasi berat. Ia berusaha memastikan keselamatan keluarganya di daerah pegunungan sembari tetap menjalani kuliah dan magang di Rumah Sakit Stella Maris.
Mahasiswi S-2 Fakultas Kesehatan Masyarakat, jurusan Manajemen Rumah Sakit ini pertama kali mengetahui kondisi kampung halamannya melalui unggahan media sosial yang menunjukkan hujan deras dan potensi banjir. Meski awalnya masih dapat berkomunikasi dengan keluarga, situasi berubah drastis ketika malam tiba.
Hujan deras disertai pemadaman listrik total membuat jaringan komunikasi terputus. Sejak malam pertama, ia sama sekali tidak bisa menghubungi keluarganya. Selama berhari-hari, ia mencoba menghubungi warga kampung dan kerabat lain, tetapi hampir semuanya tak tersambung karena sinyal hilang total di wilayah pegunungan.
“Tiap malam saya menangis lihat story-story bencana di Instagram,” ujarnya saat ditemui Kamis (11/12/2025).
Meski dihantui ketakutan akan ancaman yang lebih besar dibanding banjir di dataran rendah seperti Aceh Utara, ia tetap melanjutkan kuliah dan magang. Tantangan terberat baginya adalah menjaga fokus akademik tanpa mengetahui kondisi keluarganya.
Ia berpegang pada satu prinsip: tetap bermanfaat.
“Setidaknya saya bisa bermanfaat walaupun keluarga saya di sana masih terkena musibah. Menangis di kos tidak tahu untuk apa,” tuturnya.
Setiap hari ia mengerjakan tugas kuliah dan tanggung jawab magang sambil terus mencari kabar keluarga, meski belum ada hasil. Setelah hampir satu pekan tanpa kabar, ia akhirnya mengetahui keluarganya selamat.
Informasi itu ia dapat setelah pemasangan jaringan Starlink di sejumlah titik terdampak. Meski tidak ingat tanggal pastinya, ia sangat lega keluarga tidak mengalami cedera ataupun kerusakan rumah.
Namun, akses menuju rumah keluarganya terputus total. Daerah tersebut menjadi salah satu titik dengan kerusakan jembatan terbanyak, mencapai sekitar seratus lokasi. Beberapa kerabat lain di Aceh Utara turut terdampak; rumah salah satu pamannya bahkan terendam hingga setinggi orang dewasa, kondisi yang belum pernah mereka alami sebelumnya.
Meskipun keluarganya selamat, kekhawatiran baru muncul, yakni kelaparan. Kerusakan akses jalan membuat pasokan makanan terhambat. Tidak ada minyak, tidak ada listrik, dan warga tidak bisa bekerja.
Bantuan pun terbatas, hanya sekitar 1–2 kilogram beras per keluarga dan tidak setiap hari. Warga terpaksa mengandalkan ubi, pisang, dan labu untuk bertahan hidup.
“Yang saya takutkan bukan lagi banjirnya, tetapi mereka kelaparan di sana,” ujarnya sambil menangis.
Ia berharap akses jalan segera diperbaiki agar warga bisa kembali bekerja dan mendapatkan makanan secara normal.
Walau sangat ingin memastikan kondisi keluarga secara langsung, ia memutuskan tetap tinggal di Makassar. Perjalanan jauh dengan kondisi akses rusak justru dinilainya dapat menambah beban keluarga.
“Yang penting saya pastikan mereka bisa makan,” katanya.
Dalam tekanan emosional yang berat, Almira bersyukur mendapat dukungan teman-teman kampus yang selalu menanyakan kabar dan menguatkannya. Pembimbing magangnya di rumah sakit juga menunjukkan empati dengan memintanya beristirahat bila tampak tidak fokus.
Di sisi lain, meski Universitas Hasanuddin membebaskan uang kuliah tunggal (UKT) semester mendatang bagi mahasiswa terdampak langsung, kebijakan ini tidak mencakup mahasiswa jenjang S-2 sehingga menambah beban ekonomi bagi Almira.
Mahasiswi yang tinggal di Makassar sejak Agustus 2023 ini mengaku pengalaman tersebut menjadi salah satu ujian terbesar selama menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman.
“Saya hanya berharap jalan segera dibuka supaya orang-orang di kampung bisa kembali makan dan hidup seperti biasa,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




