ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir sebelum Pesawat ATR Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 06:33 WIB
RS
RA
Penulis: Rino Fajar Setiawan | Editor: RP
Keluarga Ferry Irawan, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu 17 Januari 2026.
Keluarga Ferry Irawan, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu 17 Januari 2026. (Beritasatu.com/Rino Fajar Setiawan)

Bekasi, Beritasatu.com – Keluarga Ferry Irawan, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), masih menantikan kabar terbaru terkait nasib Ferry. Pihak keluarga menyampaikan, komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 09.30 WIB sebelum pesawat dinyatakan hilang kontak.

Kakak Ferry, Widya Astuti, mengungkapkan pada saat itu ia sempat mengabarkan rencana keluarga untuk berlibur ke kawasan Puncak, Bogor.

“Saya kirim foto anak-anak ke dia, bilang habis ini aku mau ke rumah Bogor, tetapi dia enggak balas,” kata Widya. 

ADVERTISEMENT

Widya kembali mengirim video aktivitas anak-anak Ferry sekitar pukul 10.30 WIB, namun video tersebut tidak terkirim. Keluarga menduga Ferry sudah berada dalam penerbangan saat itu. 

Ia  menambahkan, dirinya menjadi orang pertama yang menerima informasi hilangnya kontak pesawat yang ditumpangi sang adik. Ia menyebut, Ferry rutin menjalankan tugas pengawasan udara hampir setiap pekan sebagai bagian dari pekerjaannya.

“Anak-anak juga belum tahu tadi, pas sampai sini baru dikasih tahu,” ungkapnya.

Sementara itu, istri Ferry, Meyla Eskaria Putri, mengatakan sempat melakukan video call singkat dengan suaminya sebelum kejadian. Dalam percakapan itu, Ferry menitipkan pesan untuk anak mereka.

Cuma sempat video call, dia pesan ke anaknya untuk makan yang banyak karena anak saya susah makan. Itu saja sih,” kata Meyla.

Ferry Irawan merupakan analis kapal pengawas pada Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) sejak 2024. Saat kejadian, ia bersama dua pegawai KKP lainnya tengah menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara di wilayah pengelolaan Indonesia. Selain Ferry, dua pegawai KKP lain di dalam pesawat adalah Deden Mulyana, dan Yoga Noval seorang operator foto udara.

Pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP) hilang kontak di pegunungan kapur Bantimurung pada Sabtu (17/1/2026) setelah terdeteksi menyimpang dari jalur pendaratan Bandara Sultan Hasanuddin.

Pesawat dengan nomor seri 611 ini membawa 10 orang (persons on board), yang terdiri atas tujuh awak dan tiga penumpang. Di bawah komando pilot in command Capt Andy Dahananto, armada PK-THT tersebut tengah menempuh rute Yogyakarta menuju Makassar dengan kondisi cuaca dilaporkan berawan dan jarak pandang normal sejauh 8 kilometer.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ini Data Navigasi Pesawat ATR Indonesia Air Transport sebelum Hilang

Ini Data Navigasi Pesawat ATR Indonesia Air Transport sebelum Hilang

SULAWESI SELATAN
Mengenal TN Bantimurung Bulusaraung Titik Terakhir Hilangnya Pesawat ATR

Mengenal TN Bantimurung Bulusaraung Titik Terakhir Hilangnya Pesawat ATR

OTOTEKNO
Pesawat ATR Indonesia Air Transport Keluar Jalur Pendaratan sebelum Hilang

Pesawat ATR Indonesia Air Transport Keluar Jalur Pendaratan sebelum Hilang

SULAWESI SELATAN
Tim SAR Cari Pesawat Indonesia Air Transport yang Hilang di Maros

Tim SAR Cari Pesawat Indonesia Air Transport yang Hilang di Maros

SULAWESI SELATAN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon