ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pesawat ATR Indonesia Air Transport Keluar Jalur Pendaratan sebelum Hilang

Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:13 WIB
S
S
Penulis: Sukarjito | Editor: JTO
Ilustrasi
Ilustrasi (BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP) hilang kontak di pegunungan kapur Bantimurung setelah terdeteksi menyimpang dari jalur pendaratan Bandara Sultan Hasanuddin.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengonfirmasi hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Fokus pencarian kini dipusatkan pada kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, yang menjadi titik terakhir pesawat terdeteksi radar.

Kronologi teknis menunjukkan adanya anomali sesaat sebelum pesawat hilang dari pantauan. Pada pukul 04.23 universal time coordinat (UTC) pengawas lalu lintas udara di Makassar area terminal service center (MATSC) menginstruksikan pilot untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu (runway) 21 Bandara Sultan Hasanuddin. Namun, instrumen radar menangkap posisi pesawat tidak berada pada lintasan seharusnya.

ADVERTISEMENT

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa menjelaskan, petugas ATC sempat memberikan serangkaian instruksi koreksi agar awak pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Komunikasi terputus total sesaat setelah arahan terakhir disampaikan, yang memicu penetapan fase darurat tertinggi atau Detresfa  (distress phase).

"Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga ATC memberikan arahan ulang untuk koreksi posisi. Setelah itu komunikasi terputus," ujar Lukman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 ini membawa 10 orang (persons on board), menyusut dari informasi awal 11 orang, yang terdiri atas tujuh awak dan tiga penumpang. Di bawah komando pilot in command Capt Andy Dahananto, armada PK-THT tersebut tengah menempuh rute Yogyakarta menuju Makassar dengan kondisi cuaca dilaporkan berawan dan jarak pandang normal sejauh 8 kilometer.

Upaya penyelamatan kini melibatkan kolaborasi lintas instansi. Helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas dijadwalkan menyisir area perbukitan kapur mulai pukul 16.25 Wita. Sementara itu, Bandara Sultan Hasanuddin telah mengaktifkan crisis center di terminal keberangkatan sebagai pusat informasi bagi kerabat kru dan penumpang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir sebelum Pesawat ATR Hilang Kontak

Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir sebelum Pesawat ATR Hilang Kontak

SULAWESI SELATAN
Ini Data Navigasi Pesawat ATR Indonesia Air Transport sebelum Hilang

Ini Data Navigasi Pesawat ATR Indonesia Air Transport sebelum Hilang

SULAWESI SELATAN
Mengenal TN Bantimurung Bulusaraung Titik Terakhir Hilangnya Pesawat ATR

Mengenal TN Bantimurung Bulusaraung Titik Terakhir Hilangnya Pesawat ATR

OTOTEKNO
Tim SAR Cari Pesawat Indonesia Air Transport yang Hilang di Maros

Tim SAR Cari Pesawat Indonesia Air Transport yang Hilang di Maros

SULAWESI SELATAN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon