Huntap Korban Banjir Tapteng mulai Dibangun, Mendagri Turun Langsung
Minggu, 21 Desember 2025 | 21:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah pusat mulai merealisasikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut). Pembangunan ditandai dengan groundbreaking yang dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang dilaksanakan secara gotong royong melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, masyarakat, serta pihak nonpemerintah.
“Sejak awal, baik daerah maupun pusat dan semua elemen masyarakat bergerak bersama untuk membantu dan menyelesaikan persoalan ini,” ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (21/12/2025), seusai menghadiri acara groundbreaking huntap di Asrama Haji Tapanuli Tengah.
Pemerintah, lanjut Tito, menangani dampak bencana secara menyeluruh, mulai dari korban luka dan korban jiwa hingga kerusakan rumah warga. Kerusakan rumah diklasifikasikan menjadi rusak ringan, rusak sedang, serta rusak berat atau hilang, yang seluruhnya telah melalui proses pendataan sebagai dasar penyaluran bantuan.
Untuk rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang, pemerintah menyiapkan bantuan pembiayaan perbaikan. Sementara itu, rumah yang rusak berat atau hilang akan ditangani melalui penyediaan permukiman sementara, hunian sementara (huntara), hingga hunian permanen berupa huntap.
Groundbreaking huntap di Tapanuli Tengah ini merupakan bagian dari dukungan nonpemerintah yang dihimpun pemerintah melalui Kementerian PKP. Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan 2.600 unit huntap yang tersebar di tiga provinsi, yakni 1.000 unit di Aceh, 1.000 unit di Sumut, dan 600 unit di Sumatera Barat (Sumbar).
Mendagri menilai Tapanuli Tengah termasuk wilayah dengan dampak bencana yang cukup luas dan serius. Terkait hal itu, penguatan kolaborasi lintas sektor terus dilakukan agar pemulihan berjalan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak warga terdampak.
“Ini baru satu langkah awal menuju langkah-langkah berikutnya yang lebih besar dan masif. Semoga bisa membantu masyarakat yang terdampak dan menjadi semangat bagi kita semua untuk bergotong royong,” ucap Tito.
Melalui pembangunan hunian tetap ini, pemerintah berharap warga terdampak bencana dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan yang lebih layak, aman, dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, acara groundbreaking tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, serta masyarakat penerima manfaat huntap.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




