Sahur Pilu di Tapteng, Warga Huntara Makan Telur dan Mi
Jumat, 20 Februari 2026 | 11:25 WIB
Pandan, Beritasatu.com - Suasana Ramadan yang identik dengan ketenangan dan kebersamaan justru terasa pilu bagi warga terdampak bencana yang kini tinggal di hunian sementara (huntara) Asrama Haji Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Dalam keterbatasan, sebagian warga mengaku hanya mampu menyediakan makanan sederhana untuk sahur dan berbuka puasa, bahkan sekadar satu butir telur dan mi instan.
Salah satunya Tiur Maida Marbun (42), warga Desa Pagaran Honas, Kecamatan Badiri. Ia bersama keluarga harus menjalani ibadah puasa dalam kondisi serba kekurangan sejak direlokasi ke huntara. “Untuk sahur dan berbuka kami hanya bisa masak sayur, telur, atau mi instan. Itu pun seadanya,” ujar Tiur dengan suara bergetar.
Tiur mengungkapkan, bantuan lauk pauk sebesar Rp 15.000 per hari yang dijanjikan oleh Kementerian Sosial hingga kini belum diterima.
Tak hanya persoalan pangan, warga juga menghadapi kendala menjalankan ibadah. Lokasi huntara yang jauh dari masjid atau mushola membuat mereka kesulitan melaksanakan salat tarawih berjemaah.
“Kami di sini kewalahan untuk beribadah. Jauh masjid, bahkan hanya mengandalkan hand phone untuk tahu waktu salat. Kalau di desa dahulu masih terdengar azan, di sini tidak ada,” kata Tiur.
Memasuki hari kedua Ramadan, ia dan warga lainnya mengaku belum bisa melaksanakan tarawih berjemaah. Mereka berharap pemerintah segera menyediakan fasilitas ibadah yang lebih dekat agar aktivitas keagamaan dapat berjalan normal.
Sebagai ibu dua anak yang masih bersekolah, Tiur juga mengeluhkan biaya harian, terutama ongkos pendidikan. Sejak bencana terjadi, suaminya belum kembali bekerja sehingga pemasukan keluarga terhenti.
Keluhan serupa disampaikan Tulus Parlindungan Sihombing, warga lainnya di huntara Asrama Haji Pinangsori. Ia menyebut keterbatasan makanan dan jauhnya rumah ibadah menjadi tantangan berat selama awal Ramadan tahun ini.
Di tengah upaya pemulihan pascabencana, warga Tapanuli Tengah berharap bantuan yang dijanjikan segera direalisasikan. Mereka ingin menjalani Ramadan dengan lebih layak, tanpa dihantui kekurangan pangan dan keterbatasan fasilitas ibadah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




