ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dituduh Mencuri, Pemuda di Asahan Tewas Diikat dan Dianiaya Warga

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:07 WIB
MP
HH
Penulis: M Yudi Setiawan Pane | Editor: HP
Ilustrasi pengeroyokan.
Ilustrasi pengeroyokan. (B1/Muhammad Reza)

Raya, Beritasatu.com - Seorang pemuda berinisial DP (22), warga Nagori Marihat Mayang, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah warga di Desa Silau Jawa, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan.

Korban diduga mengalami penganiayaan setelah dituduh melakukan pencurian. Peristiwa tersebut kini dalam penyelidikan kepolisian setelah keluarga korban melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan korban mengalami kekerasan secara bersama-sama oleh sejumlah orang. Dalam video yang beredar di media sosial, korban terlihat dalam kondisi terikat menggunakan tali dan dikelilingi banyak orang.

ADVERTISEMENT

Korban juga tampak mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Dalam rekaman tersebut terdengar korban memohon ampun, tetapi situasi di lokasi tetap berlangsung hingga akhirnya korban mengalami luka berat.

Akibat penganiayaan yang diduga terjadi secara beramai-ramai tersebut, DP mengalami kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Menurutnya, penyidik saat ini masih mengumpulkan alat bukti, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan lainnya guna mengungkap secara terang peristiwa tersebut.

"Benar, korban telah dilakukan otopsi oleh Polsek Bandar Pasir Mandoge. Nanti akan kita tentukan siapa tersangkanya, setelah data-data terkumpul," ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Revi menambahkan, kepolisian akan menggelar pemaparan perkembangan kasus dan memanggil pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut, termasuk para saksi yang berada di lokasi.

"Pada Rabu (24/6/2026) nantinya akan kita gelar kronologi kejadian tersebut di Polres Asahan. Semuanya akan kita panggil termasuk saksi-saksi yang terdapat di lokasi tersebut," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Solahuddin Marpaung, mengatakan pihaknya mendampingi ibu korban, MD, untuk membuat laporan resmi ke Polres Asahan.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama dan menyebabkan korban meninggal dunia.

"Almarhum ini dituduh telah melakukan pencurian. Ia meninggal dunia seusai dianiaya oleh sejumlah orang yang dilakukan secara bersama-sama di lokasi tersebut," kata Solahuddin.

Menurut Solahuddin, berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami sejumlah luka serius di berbagai bagian tubuh.

Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi awal hingga korban dituduh melakukan pencurian. Sebelum kejadian, korban disebut sedang bermain bersama temannya di wilayah Silau Jawa.

Setelah kejadian dilaporkan, personel kepolisian dari Polsek Bandar Pasir Mandoge mendatangi lokasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat setempat. Keluarga korban berharap aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan pengeroyokan tersebut dan menangkap pihak-pihak yang terlibat.

Mereka meminta proses hukum berjalan secara transparan agar seluruh pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga saat ini, Polres Asahan masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan untuk mengungkap secara lengkap peristiwa yang menyebabkan meninggalnya DP.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon