Menkes Targetkan Suplai Oksigen untuk Jawa-Bali Capai 2.262 Ton Per Hari
Senin, 5 Juli 2021 | 17:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan suplai oksigen untuk Pulau Jawa dan Bali mencapai 2.262 ton per hari.
Berdasarkan data yang disampaikan Menkes, pasokan kebutuhan oksigen harian antara lain DKI Jakarta (519,4 ton), Jawa Barat (456,9 ton), Jawa Tengah (379 ton), DI Yogyakarta (47,5 ton), dan Provinsi Jawa Timur (369,5 ton).
"Total kebutuhan oksigen berdasarkan tempat tidur terpakai intensif dan isolasi adalah 1.928 ton per hari. Sementara berdasarkan tempat tidur tersedia adalah 2.262 ton per hari. Jadi target Jawa Bali harus bisa mensuplai 2.262 ton per hari," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR yang ditayangkan secara virtual, Rabu (5/7/2021).
Menurut Menkes Budi, kapasitas produksi oksigen secara nasional per tahun sebenarnya mencapai 866.000 ton per tahun, tetapi utilisasi baru 74% atau 639.900 ton per tahun.
Oleh karena itu, ada kapasitas idle yang harus dioptimalkan sebanyak 226.100 ton per tahun.
Menkes mengatakan pemerintah akan berusaha mengoptimalkan kapsitas idle. Selain itu, pemerintah juga akan mengkonversi 90% atau sekitar 575.000 ton produksi oksigen industri untuk kebutuhan medis.
Kapasitas riil produksi oksigen tiap tahun sebanyak 640.000 ton dengan kondisi 458.588 ton (75%) dipakai untuk industri dan 181.312 ton (25%) untuk alokasi medis.
Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mendesak pemerintah segera menangani masalah kekurangan oksigen akibat lonjakan pasien di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19.
"Komisi IX menyesalkan hal ini dan mendesak Kementerian Kesehatan segera bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk menangani permasalahan ini. Supply chain termasuk distribusi dan pengadaan harus dipastikan lancar," kata Felly yang memimpin rapat hari ini.
Felly mengatakan, DPR sudah menerima laporan dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) mengenai kekurangan tabung oksigen di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang menyebabkan banyaknya pasien Covid-19 meninggal dunia.
"Masyarakat mengalami kesulitan untuk membeli tabung oksigen di pasaran karena tingginya permintaan saat ini yang berdampak kepada kenaikan harga," ujar Felly.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




