ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Taiwan hingga Jepang, Tujuan Terfavorit Pekerja Migran Asal Tangerang

Sabtu, 1 November 2025 | 19:01 WIB
WK
RA
Penulis: Wawan Kurniawan | Editor: RP
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Banten, mencatat minat masyarakat di daerahnya untuk bekerja di luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) masih cukup tinggi.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Banten, mencatat minat masyarakat di daerahnya untuk bekerja di luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) masih cukup tinggi. (Beritasatu.com/Wawan Kurniawan)

Tangerang, Beritasatu.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Banten, mencatat minat masyarakat di daerahnya untuk bekerja di luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) masih cukup tinggi. Taiwan, Korea Selatan dan Jepang menjadi tiga negara tujuan terfavorit warga Kabupaten Tangerang

Para pekerja tersebut umumnya bekerja di bidang industri manufaktur, restoran, pengolahan makanan, dan perawat lansia.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Tangerang Iis Kurniati mengataka  tingginya animo warga Tangerang tersebut terlihat dari banyaknya pendaftar yang mengikuti program penempatan kerja ke luar negeri.

ADVERTISEMENT

"Masih banyak yang berminat bekerja di luar negeri," ujar Iis, Sabtu (1/11/2025).

Menurutnya, faktor utama yang mendorong masyarakat untuk bekerja di luar negeri adalah tingginya nilai gaji yang diberikan dibandingkan dengan pekerjaan di dalam negeri.

Iis menjelaskan, sebagian besar keberangkatan kerja ke luar negeri  dilakukan melalui program antar-pemerintah atau government to government yang difasilitasi oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

"Kebanyakan itu yang berangkat ke sana itu melalui skema Kementerian P2MI,” tambahnya.


Iis menambahkan, pada 2025 tercatat ada 32 peserta yang mendaftarkan diri menjadi PMI melalui acara bursa lowongan kerja yang diadakan pemerintah. Sebelum diberangkatkan, para calon pekerja migran itu dibekali pelatihan dan pembelajaran bahasa asing sesuai negara tujuan.

"Jadi sebelum diberangkatkan ke perusahaan, mereka dibekali pelatihan bahasa terlebih dahulu," pungkas Iis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Awas Perdagangan Orang! Jangan Tergiur Jalur PMI Ilegal

Awas Perdagangan Orang! Jangan Tergiur Jalur PMI Ilegal

MULTIMEDIA
PMI di Timur Tengah Dipastikan Aman, Ini Data dan Faktanya

PMI di Timur Tengah Dipastikan Aman, Ini Data dan Faktanya

MULTIMEDIA
Krisis Timur Tengah, Pemkab Lumajang Sebut PMI di Arab Saudi Aman

Krisis Timur Tengah, Pemkab Lumajang Sebut PMI di Arab Saudi Aman

JAWA TIMUR
Finnet dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan bagi Pekerja Migran Indonesia

Finnet dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan bagi Pekerja Migran Indonesia

EKONOMI
Pekerja Migran asal Prabumulih Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja

Pekerja Migran asal Prabumulih Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja

SUMATERA SELATAN
Sinergi Majukan Negeri, Bank Mandiri Bimbing PMI Jepang Menjadi Wirausaha di Negeri Sendiri

Sinergi Majukan Negeri, Bank Mandiri Bimbing PMI Jepang Menjadi Wirausaha di Negeri Sendiri

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon