Top 5 News: Polisi Periksa Habib Bahar Bin Smith Lebih dari 19 Jam
Kamis, 12 Februari 2026 | 08:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah berita nasional menjadi perhatian pembaca dan masuk dalam daftar top 5 news Beritasatu.com sepanjang Rabu (11/2/2026) hingga Kamis (12/2/2026) pagi.
Sorotan utama datang dari pemeriksaan Habib Bahar bin Smith yang berlangsung lebih dari 19 jam di Polres Metro Tangerang Kota. Selain itu, video banjir bandang Sentul yang viral hingga polemik pembayaran utang Kereta Cepat Whoosh Rp 116 triliun turut menjadi perhatian publik.
Top 5 News
Berikut ini adalah rangkuman top 5 news di Beritasatu.com yang dapat Anda ketahui:
1. 19 Jam Diperiksa, Bahar Bin Smith Ditahan?
Tersangka Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan intensif selama lebih dari 19 jam oleh penyidik Polres Metro Tangerang Kota.
Bahar mulai diperiksa sejak Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB dan hingga Rabu (11/2/2026) pukul 11.00 WIB masih berada di Mapolres.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda pemeriksaan selesai. Publik pun mempertanyakan apakah Bahar akan resmi ditahan dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota Banser bernama Rida.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari belum memberikan kepastian.
“Siang ini sekitar pukul 13.00 WIB (akan kami sampaikan keterangan resmi),” ujar Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).
Pengamanan di Mapolres diperketat dengan kehadiran personel tambahan, termasuk Brimob dan kendaraan taktis. Situasi terpantau kondusif.
2. Video Viral Banjir Bandang Sentul Gegerkan Warga
Hujan deras di Bogor memicu banjir bandang di Sentul, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026). Video kejadian viral di Instagram dan Threads.
Rekaman menunjukkan arus deras membawa batu besar dari area proyek cluster Spring City. Sejumlah kendaraan rusak parah akibat terjangan material.
Warga Sentul, Padma mengaku khawatir terhadap potensi longsor.
"Ngeri longsor. Sejauh ini masih aman, tetapi kalau tidak ada antisipasi, kerusakan fatal bisa terjadi," ungkapnya.
Di media sosial, warganet menyoroti alih fungsi lahan di kawasan perbukitan.
"Harusnya Sentul dan Bogor enggak banjir, tetapi enggak kaget juga karena alih fungsi gunung jadi perumahan," tulis akun @jamal80_cimpleu.
Belum ada laporan korban jiwa, tetapi warga mendesak perbaikan sistem drainase dan pengawasan pembangunan.
3. Utang Whoosh Rp 116 Triliun Dibayar Pakai APBN
Istana memastikan pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh senilai Rp 116 triliun akan menggunakan APBN.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan hal tersebut.
“Iya (pembayaran utang Whoosh menggunakan APBN),” katanya di Stasiun Gambir, Jakarta.
Negosiasi teknis dipimpin CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Pemerintah menyebut substansi persoalan telah selesai, sementara mekanisme pembayaran masih dirumuskan.
Utang Whoosh menjadi perhatian publik karena pembengkakan biaya proyek sejak era Presiden Joko Widodo.
4. Tulang Punggung Keluarga, Bahar Dapat Penangguhan
Habib Bahar bin Smith akhirnya tidak ditahan setelah penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan.
Kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuankotta menyampaikan kliennya telah kooperatif dan memiliki tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga serta pengajar santri.
“Pertimbangannya, antara lain habib adalah tulang punggung keluarga, memiliki santri yang harus diajar, bersikap kooperatif, serta ada jaminan dari pihak keluarga,” jelasnya.
Bahar juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan GP Ansor.
“Habib sudah menyampaikan pernyataan permintaan maaf kepada korban dan pihak GP Ansor melalui video, sehingga dari GP Ansor juga sudah disampaikan terkait permintaan maaf habib,” katanya.
Kuasa hukum mendorong penyelesaian melalui mekanisme restorative justice.
5. Kapolres Bima Kota Terseret Skandal Narkoba
Nama Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro ikut terseret dalam isu dugaan skandal narkoba. Kasus ini menjadi perhatian publik dan terus didalami pihak berwenang.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Muhammad Kholid mengatakan, penyidik tidak berhenti pada tersangka utama. Kasus ini dikembangkan untuk membongkar jaringan pemasok narkoba hingga kemungkinan aktor lain di baliknya.
“Pengembangan terus kami lakukan, termasuk melacak penyuplai barang haram itu,” ujar Kholid, Senin (9/2/2026).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




