ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Petani Timun Suri Lebak Raup Jutaan Rupiah meski Produksi Turun

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:56 WIB
B
AD
Penulis: Budiman | Editor: AD
Sarif (64), petani timun suri di Kampung Cikabayan, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, menunjukkan hasil panen 'bonteng puan' yang ditanamnya menjelang Ramadan.
Sarif (64), petani timun suri di Kampung Cikabayan, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, menunjukkan hasil panen 'bonteng puan' yang ditanamnya menjelang Ramadan. (Beritasatu.com/Budiman)

Lebak, Beritasatu.com - Datangnya bulan suci Ramadan selalu menjadi momen yang dinantikan para petani timun suri di Kabupaten Lebak, Banten. Buah musiman yang identik sebagai menu berbuka puasa itu mulai dipanen dan banyak diburu pedagang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Saat ditemui Beritasatu.com pada Sabtu (21/2/2026) di Kampung Cikabayan, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Sarif (64) tampak sibuk memetik timun suri di kebunnya. Setiap menjelang Ramadan, ia rutin menanam buah yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan “bonteng puan”.

Sarif mengatakan, selama Ramadan dirinya dapat memanen setiap hari dengan hasil berkisar 1,5 hingga 2 kuintal per hari, tergantung kondisi tanaman.

ADVERTISEMENT

"Setiap musim puasa sebulan penuh itu minimal ambil bonteng setiap hari. Sehari bisa satu setengah sampai dua kuintal," ujar Sarif saat ditemui di kebunnya.

Ia menuturkan, hampir separuh warga di kampungnya turut menanam timun suri untuk memanfaatkan tingginya permintaan saat Ramadan. Persiapan tanam biasanya dilakukan dua hingga tiga bulan sebelum bulan puasa tiba.

"Kalau di kampung ini hampir separuh warga nanam. Biasanya dua atau tiga bulan sebelum puasa sudah siap tanam," katanya.

Dari sisi pemasaran, Sarif mengaku tidak mengalami kesulitan. Para pengepul datang langsung ke kebun untuk membeli hasil panen. Mereka berkeliling dari kampung ke kampung menggunakan sepeda motor maupun mobil.

"Ada yang pakai motor, ada juga yang pakai mobil. Mereka keliling ke setiap kampung untuk mengambil hasil panen dari petani seperti saya. Jadi kami tidak perlu repot membawa hasil panen ke pasar," ujarnya.

Penjualan dilakukan dengan dua sistem, yakni per buah maupun per kilogram, tergantung permintaan pembeli. Harga per buah berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 20.000, disesuaikan dengan ukuran timun suri.

"Kadang ada yang beli hitung biji, kadang kiloan. Kalau per buah bisa Rp 10.000 sampai Rp 20.000 tergantung besar kecilnya," jelasnya.

Meski permintaan meningkat selama Ramadan, Sarif mengungkapkan produksi tahun ini menurun dibandingkan musim sebelumnya. Curah hujan yang tinggi saat masa tanam menyebabkan banyak tanaman membusuk dan gagal berkembang.

"Waktu tanam itu hujannya banyak sekali. Pohon masih kecil sudah kena hujan terus, jadi banyak yang busuk. Buah pertama kurang menghasilkan," ungkapnya.

Akibat kondisi tersebut, pendapatannya diperkirakan turun. Jika pada musim sebelumnya ia mampu meraih Rp 5 juta hingga Rp 8 juta selama Ramadan, tahun ini ia memperkirakan penghasilan hanya sekitar Rp 3 juta.

"Kalau tahun-tahun bagus bisa sampai tujuh atau Rp 8 juta. Sekarang mungkin Rp 3 juta saja, karena banyak yang gagal akibat hujan," pungkasnya.

Meski hasil panen menurun, Sarif tetap bersyukur timun suri masih menjadi komoditas andalan saat Ramadan. Ia berharap cuaca ke depan lebih bersahabat agar produksi kembali meningkat dan memberikan keuntungan lebih baik bagi para petani di Lebak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mudik Maut, Suami Tewas karena Selamatkan Istri Hamil Jatuh dari Kapal

Mudik Maut, Suami Tewas karena Selamatkan Istri Hamil Jatuh dari Kapal

INTERNASIONAL
Perang Petasan Saat Sahur di Depok Picu Kebakaran Lapak

Perang Petasan Saat Sahur di Depok Picu Kebakaran Lapak

JAWA BARAT
Dukung Aktivitas Ramadan, Bear Brand Salurkan Susu ke 900 Masjid

Dukung Aktivitas Ramadan, Bear Brand Salurkan Susu ke 900 Masjid

JAKARTA
Fakta Menarik Masjid Agung At-Taqwa Sangihe yang Jarang Diketahui

Fakta Menarik Masjid Agung At-Taqwa Sangihe yang Jarang Diketahui

LIFESTYLE
Masjid An-Nur Tahuna, Simbol Dakwah Islam di Sangihe

Masjid An-Nur Tahuna, Simbol Dakwah Islam di Sangihe

LIFESTYLE
Ramadan Berkah, Pangkas Rambut di Lumajang Ramai Jelang Lebaran

Ramadan Berkah, Pangkas Rambut di Lumajang Ramai Jelang Lebaran

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon