Pabrik Tekstil di Tangerang Pertimbangkan Relokasi ke Jateng
Jumat, 10 April 2026 | 15:34 WIB
Tangerang, Beritasatu.com – Sejumlah pabrik tekstil di Kota Tangerang, Banten, mulai mempertimbangkan relokasi pabrik ke wilayah Jawa Tengah (Jateng) demi menekan biaya produksi.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang, Ismail, mengatakan industri tekstil saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama akibat banjirnya produk impor dengan harga jauh lebih murah.
“Di tekstil itu memang persaingannya sangat berat. Mereka mencari efisiensi biaya, bisa dengan rasionalisasi atau bahkan pindah ke daerah dengan upah yang lebih rendah,” kata Ismail, Jumat (10/4/2026).
Ismail menjelaskan, tingginya upah minimum sektoral kota (UMSK) di Tangerang menjadi salah satu faktor utama yang mendorong relokasi. Dibandingkan dengan Jawa Tengah, biaya tenaga kerja dan harga lahan di Tangerang dinilai jauh lebih tinggi.
“Di sini UMSK tinggi, sementara di Jawa Tengah lebih murah. Selain itu harga tanah juga lebih rendah, sehingga bisa mengurangi beban produksi,” katanya.
Selain faktor biaya tenaga kerja, industri tekstil dalam negeri juga tertekan oleh masuknya bahan baku impor, terutama dari China, dengan harga sangat rendah.
“Bahan-bahan impor, terutama tekstil dari China, itu sangat murah. Ini membuat industri dalam negeri kesulitan bersaing,” jelas Ismail.
Ia mengungkapkan, beberapa perusahaan sudah berencana memindahkan operasional ke Jawa Tengah. Namun, proses relokasi tidak dilakukan secara langsung dan menyeluruh, melainkan bertahap.
“Tidak bisa langsung pindah begitu saja. Pasti sudah melalui kajian yang matang karena kondisi saat ini memang membuat mereka sulit bertahan,” ujarnya.
Menurut Ismail, relokasi menjadi langkah realistis bagi pelaku industri untuk tetap bertahan di tengah tekanan global. Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga daya saing industri nasional.
“Ini dampak dari persaingan global. Perusahaan harus mencari alternatif agar tetap bisa bertahan,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




