Ketua KPU Nilai Konflik Pasti Terjadi dalam Pemilu
Kamis, 26 Januari 2023 | 16:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari menilai konflik pasti akan terjadi dalam suatu pemilihan umum (pemilu). Menurutnya, terjadinya konflik dalam pemilu adalah hal yang lumrah.
Hal itu diungkapkan Hasyim dalam Acara Dialog Penguatan Internal Polri bertajuk Menampik Berita Bohong, Ujaran Kebencian, Politik Identitas, Polarisasi Politik dan SARA pada Pemilu 2024 di Hotel Ambhara, Jakarta, Kamis (26/1/2023).
Mulanya Hasyim menerangkan, pemilu serta pilkada merupakan sebuah arena konflik yang sah serta legal. Keduanya digelar demi meraih atau mempertahankan kekuasaan. "Presiden kursinya satu, DPR RI kursinya juga terbatas, tapi yang pengen banyak sekali. Sudah pastilah terjadi konflik," kata Hasyim.
Sementara itu, sistem kenegaraan yang dianut dalam model demokrasi mengatur cara satu-satunya meraih atau mempertahankan kekuasaan yakni melalui pemilu. Oleh karena itu, Hasyim menilai konflik akan terjadi dalam pemilu. "Maka pastilah di situ ada konflik. Kalau bahasa halusnya kompetisi. Meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan yang sah ya lewat pemilu lewat pilkada," ungkap Hasyim.
Oleh sebab itu, Hasyim menekankan agar semua pihak tidak takut dalam menyongsong suatu penyelenggaraan pemilu maupun pilkada, mengingat dalam pesta demokrasi itu konflik pasti terjadi. Hanya saja, dia juga menekankan soal pentingnya agar upaya meraih kekuasaan lewat pemilu tidak dilakukan dengan tindakan kekerasan.
"Yang kita harus sepakati bagaimana kemudian cara meraih kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan tidak menggunakan kekerasan," tutur Hasyim.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




