ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Anas Urbaningrum Ungkap Alasannya Kembali Terjun ke Politik

Sabtu, 15 Juli 2023 | 14:51 WIB
HH
BE
FS
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum (tengah), bersama pendiri PKN I Gede Pasek Suardika (dua kanan), dan Sekjen PKN Sri Mulyono (tiga kiri), usai melepas burung merpati di lapangan silang Monas, Jakarta, Sabtu 15 Juli 2023.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum (tengah), bersama pendiri PKN I Gede Pasek Suardika (dua kanan), dan Sekjen PKN Sri Mulyono (tiga kiri), usai melepas burung merpati di lapangan silang Monas, Jakarta, Sabtu 15 Juli 2023. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengungkapkan alasannya kembali ke dunia politik.

Anas yang kini menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) mengaku terpanggil untuk menjadi petugas publik. Anas juga ingin membalas kebaikan yang telah diberikan negara kepadanya seperti fasilitas pendidikan yang membuatnya mengetahui tentang keadaan Indonesia.

"Politik itu adalah tugas publik, jadi terjun ke politik sesungguhnya adalah bersedia untuk menjadi petugas publik. Saya yang pernah menjadi aktivis, yang pernah mendapatkan fasilitas kebaikan Indonesia, bisa sekolah, bisa belajar apa saja, bisa mengerti tentang keadaan Indonesia, cara saya membalasnya seperti apa? Saya harus kembali dan berani menjadi petugas publik," ujar Anas Urbaningrum kepada wartawan di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7/2023).

ADVERTISEMENT

Meski demikian, mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu mengaku tidak memiliki target saat memutuskan kembali ke dunia politik. Menurutnya tugas dana amanat yang diberikan publik harus ditunaikan sebaik-baiknya. Yang terpenting, katanya, tidak perlu memaksakan kehendak.

"Saya tidak pernah merumuskan target yang secara khusus, yang penting apa yang di depan mata ditugaskan, diamanahkan kepada saya, ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Nanti seperti apa biarlah penilaian publik. Kalau saya merasa mampu, saya lakukan itu. Kalau tidak mampu, ya maaf itu saya tidak sanggup. Kadi harus jujur juga, kalau tidak mampu jangan kemudian memaksakan untuk dapat mampu," terang Anas.

Terkait arah politik Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) di Pilpres 2024 mendatang, Anas mengaku masih harus membahas dan mempertimbangkannya dengan matang di internal partai. Salah satu yang menjadi pertimbangan PKN adalah kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia.

"Pertimbangan utamanya adalah mana yang paling maslahat bagi Indonesia di masa depan, itulah yang akan kami godok sekeras-kerasnya," katanya. 

Ia menjelaskan bahwa PKN saat ini menjalin hubungan, dan komunikasi yang baik dengan semua partai dengan itensitas yang berbeda. Anas menyatakan, PKN tidak memiliki musuh. 

"Semua partai buat PKN tidak ada yang musuh. Semua partai tidak ada yang musuh. Karena itu kalau semua partai komunikasi itu hal yang wajar tetapi intensitas komunikasi seperti apa, semua seperti apa gitu," lanjut Anas.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon