ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Anas Urbaningrum Perintahkan Kader PKN Jauhi Sikap Zalim

Minggu, 16 Juli 2023 | 09:48 WIB
SD
FS
Penulis: Sella Rizky Deviani | Editor: FFS
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum (tengah) bersama sejumlah kader PKN, melepas burung merpati usai pidato politiknya di lapangan silang Monas, Jakarta, Sabtu 15 Juli 2023.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum (tengah) bersama sejumlah kader PKN, melepas burung merpati usai pidato politiknya di lapangan silang Monas, Jakarta, Sabtu 15 Juli 2023. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum memerintahkan seluruh kader PKN menjauhi sifat dan sikap zalim jika terpilih menjadi pemimpin. Perintah itu disampaikan Anas dalam pidato politik di Munaslub PKN, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (15/7/2023) malam.

"Suatu hari Partai Kebangkitan Nusantara dipercaya menjadi pemimpin negeri ini maka Munaslub yang dihasilkan oleh partai harus menjauhi sikap dan sifat yang zalim," kata Anas. 

Anas melarang seluruh kader PKN menggunakan kekuasaan dan kewenangannya untuk mencelekai, menindas, dan meyingkirkan pihak lain. Dikatakan, kekuasaan seharusnya dipergunakan untuk memperbaiki dan mengatasi persoalan bangsa. 

ADVERTISEMENT

Tidak boleh menggunakan dan mempererat kekuasaannya dan kewenangannya untuk mencelakai, menindas, menyingkirkan dan mempersekusi pihak lain karena fungsi kekuasaan bukan itu. Fungsi kekuasaan dan kewenangan menggerakkan energi untuk perbaikan," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Anas Urbaningrum mengakui belum diperbolehkan untuk menjadi caleg saat ini. Hal ini berdasarkan putusan pengadilan yang mencabut hak politiknya selama lima tahun setelah bebas dari penjara atas perkara korupsi proyek Hambalang.

Anas mengaku tidak masalah hak politiknya untuk maju sebagai caleg belum dapat digunakan di Pemilu 2024. Anas meyakini para kader PKN adalah sosok yang tangguh dan mampu membawa perubahan di daerah pemilihan masing-masing.

"Saudara-saudara sekalian adalah caleg-caleg yang tangguh. Saya belum boleh nyaleg nanti. Karena ada putusan yang membuat saya belum boleh nyaleg," ungkapnya.

Dikatakan Anas, keputusan tersebut menjadi sebuah keputusan yang zalim dan tidak berdasar.

"Tetapi tidak apa-apa itu sudah menjadi perjalanan saya dan saudara-saudara sekalian sudah tahu persis tentang itu. Ini menjadi bagian dari perjuangan kita," ucapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon