PSI Sebut Ganjar dan Prabowo Sama-sama Bisa Lanjutkan Kerja Jokowi
Rabu, 11 Oktober 2023 | 17:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menegaskan, bakal capres Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto sama-sama bisa dan memiliki komitmen melanjutkan kerja-kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Oleh karena itu, kata Dedek, Ganjar dan Prabowo masuk dalam skenario pilihan bakal capres yang akan diusung oleh PSI di Pilpres 2024 sebagaimana hasil Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) pada bulan Agustus 2023 lalu.
"Hasilnya, kita hanya mampu mengerucutkan tiga skenario. Skenario pertama ke Pak Ganjar Pranowo, kedua adalah ke Pak Prabowo dan skenario ketiga adalah menjomlo di pilpres. Tidak mungkin (ke pasangan Anies-Cak Imin), tidak bagian dari skenario," ujar Dedek di acara diskusi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) bertajuk "Mencari Capres Ideal untuk Pembangunan Berkelanjutan" di Aryaduta Hotel, Jakarta, Rabu (11/10/2023).
Dedek mengatakan, penentuan pasangan capres-cawapres yang diusung PSI akan dilakukan sebelum tahapan pendaftaran pasangan capres-cawapres, 19-25 Oktober 2023. PSI, kata Dedek, juga menunggu siapa bakal cawapres yang akan digandeng oleh Ganjar dan Prabowo di Pilpres 2024.
"Penentuan dari skenario mana yang akan dipilih disepakati kita menunggu hilal cawapres. Kita menunggu hilal cawapres," ungkap dia.
"Jadi tunggu saja, kemungkinan besar sih Oktober ini kita akan deklarasi. Ini bocoran sedikit, baru di sini saya sebut, dalam deklarasi nanti akan hadir capres dan cawapresnya. Namun, di dalam internal kami masih berdinamika," tutur Dedek menambahkan.
Dedek membeberkan tiga kriteria PSI dalam menentukan pasangan capres-cawapres yang akan diusung di Pilpres 2024. Pertama, kata dia, pasangan capres-cawapres memiliki kedekatan ideologis dengan PSI yang antikorupsi dan antiintoleransi serta terus berupaya mewujudkan pilar politik kesejahteraan.
BACA JUGA
Survei Poltracking: Elektabilitas Prabowo dan Ganjar di Jatim Selisih Tipis, Anies Tercecer Jauh
"Kedua, aspek psikologis karena partai politik kan tidak berhenti mendukung. Namun, dia harus mengusung. Mengusung artinya berkoalisi. Berkoalisi artinya harus ada kenyamanan dan komunikasi antarparpol dengan parpol atau kader dengan kader," jelas dia.
Ketiga, kata Dedek, pasangan capres-cawapres tersebut harus memiliki komitmen melanjutkan program-program serta pembangunan yang sudah dikerjakan dan dimulai oleh Presiden Jokowi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




