ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Siapa Lawan Prabowo di Putaran Kedua, Ganjar atau Anies?

Kamis, 23 November 2023 | 14:00 WIB
NR
NG
Penulis: Nabiel Gibran El Rizani | Editor: NBG
Pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024
Pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024 (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao.)

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam momen krusial 80 hari menjelang Pemilu Presiden 2024,  pertanyaan yang paling seksi di momen ini ialah, "Anies atau Ganjar?" atau sebaliknya, "Ganjar atau Anies?".

Pertarungan keduanya untuk memperebutkan tiket masuk ke putaran kedua dan menghadapi pasangan Prabowo-Gibran menjadi sorotan utama. Mari cermati data dan dinamika politik yang memperkuat kesejajaran mereka.

Elektabilitas Prabowo-Gibran: menembus magic number
Menilik hasil survei LSI Denny JA pada November 2023, elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran sudah mencapai angka mengesankan, 40,3 persen. Hal ini jauh melampaui batas magic number, yaitu 33,4 persen yang menjadi ambang batas untuk melangkah ke putaran kedua pemilihan presiden. 

Dengan persentase 7% di atas batas tersebut, kemungkinan besar Prabowo-Gibran akan melaju ke putaran kedua, kecuali terjadi blunder besar dalam 80 hari mendatang.

ADVERTISEMENT

Ganjar-Mahfud vs Anies-Muhaimin, pertarungan untuk tiket selanjutnya
Sisi lain dari persaingan ini adalah antara pasangan Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin. Saat ini, Ganjar-Mahfud unggul dengan elektabilitas 28,6 persen, sementara Anies-Muhaimin berada pada posisi 20,3 persen. Meskipun Ganjar masih memimpin dari segi angka, data menunjukkan perubahan dinamika yang patut dicermati.

Dinamika elektabilitas Ganjar dan Anies, perubahan sejak September 2023
Sepanjang tiga bulan terakhir, terjadi penurunan elektabilitas Ganjar-Mahfud. Dari 36,8% di September 2023, angka tersebut turun menjadi 28,6 persen di bulan November 2023.

Di sisi lain, elektabilitas Anies-Muhaimin mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dari 15 persen di bulan September menjadi 20,3 persen di bulan November. Selisih elektabilitas keduanya yang awalnya 21,9 persen di September 2023, kini menyusut menjadi 8,3 persen di November 2023.

Tantangan kubu Ganjar, menemukan identitas baru dalam 80 Hari
Momen 80 hari menuju Pemilu 2024 menunjukkan kesulitan kubu Ganjar dalam menemukan posisi yang pas. Seolah kehilangan arah, mereka perlu menemukan branding baru. 

Kubu Ganjar awalnya berhasil memosisikan diri sebagai penerus Jokowi, tetapi belakangan terlihat terjebak dalam situasi yang membingungkan pemilih dengan perubahan sikap terhadap Jokowi.

Anies sebagai Antitesa Jokowi, tantangan untuk kubu Ganjar
Saat kubu Ganjar beralih menjadi antitesa Jokowi, Anies Baswedan muncul sebagai figur yang lebih kuat dalam peran tersebut.

Kubu Ganjar terlambat masuk ke dalam posisi ini dan perlu mencari identitas baru dalam waktu yang terbatas. Jika tidak, Ganjar-Mahfud berisiko terkaget-kaget jika dilampaui oleh Anies-Muhaimin di putaran pertama Pemilu 2024.

Momen kritis bagi Ganjar dalam 80 hari mendatang
Situasi elektabilitas yang dinamis, perubahan sikap politik, dan mencarinya kembali branding yang pas membuat 80 hari menuju Pemilu 2024 menjadi krusial bagi kubu Ganjar. Tantangan terbesar mereka adalah menemukan identitas yang memenangkan hati pemilih tanpa mengorbankan stabilitas dukungan yang telah dimiliki. 

Apakah Ganjar dapat mengatasi kesulitan ini dan menjaga posisinya untuk melangkah ke putaran kedua? Jawabannya mungkin akan terungkap seiring berjalannya waktu mendekati pemungutan suara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon