ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ganjar-Mahfud Bakal Akomodasi Perempuan Muhammadiyah Masuk Kabinet

Kamis, 23 November 2023 | 17:27 WIB
AF
R
Penulis: Anisa Fauziah | Editor: RZL
Calon presiden (capres) nomor urut tiga di Pilpres 2024, Ganjar Pranowo.
Calon presiden (capres) nomor urut tiga di Pilpres 2024, Ganjar Pranowo. (BTV)

Jakarta, Beritasatu.com - Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut tiga di Pilpres 2024, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, dalam dialog publik Muhammadiyah, menyampaikan akan melibatkan perempuan Muhammadiyah masuk anggota kabinet. Ganjar menekankan bahwa semua individu, termasuk kader Muhammadiyah, memiliki peluang dan potensi untuk menduduki jabatan menteri.

"Semuanya punya kesempatan, dan saya mengajak kalau ada yang bisa bergabung dengan kami, tentu ini akan menjadi kekuatan," ujar Ganjar kepada awak media seusai kegiatan dialog publik Muhammadiyah bersama calon presiden dan calon wakil presiden di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (23/11/2023).

Pertanyaan terkait afirmasi perempuan dalam kabinet Ganjar-Mahfud muncul saat sesi dialog. Moderator yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, menanyakan apakah sosok perempuan Muhammadiyah akan masuk dalam kabinet mereka.

ADVERTISEMENT

"Pasti, dengan suatu syarat, si perempuan itu menjadi tim sukses saya," kata Ganjar sambil tersenyum.

Ganjar menegaskan komitmennya untuk meneruskan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan, sebagaimana terjadi dalam kabinet saat ini, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang memimpin kementerian.

"Melihat beberapa menteri perempuan hari ini yang memang dia betul-betul seorang expert di keuangan, lalu menteri luar negeri, ini contoh-contoh yang kita bisa teruskan sebagai komitmen," kata Ganjar.

Sementara itu, calon wakil presiden Mahfud MD menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

"Perempuan dan laki-laki itu sama kedudukannya, di hadapan hukum dan pemerintahan tidak ada bedanya. Yuridis itu sudah ada undang-undang 30%, dan bahkan kita sudah juga meratifikasi konvensi PBB tentang penghilangan diskriminasi terhadap perempuan," pungkas Mahfud.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon