ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Projo Sebut Ridwan Kamil Maju Pilkada Jakarta Jadi Ujian Bagi Koalisi Nonpemerintah

Senin, 15 April 2024 | 16:39 WIB
YP
AD
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: AD
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Beritasatu.com/Anisa Fauziah)

Jakarta, Beritasatu.com - Relawan Pro Jokowi (Projo) menilai Pilkada 2024, terutama di DKI Jakarta, bakal menjadi ajang konsolidasi Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk menguatkan kerjasama membangun Indonesia.

Bendahara Umum DPP Projo Panel Barus mengatakan, Pilkada Jakarta menjadi salah satu yang bakal mendapatkan perhatian, apalagi jika KIM mengusung mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Jadi, jika Ridwan Kamil maju diusung KIM, maka akan menjadi ujian bagi parpol di luar KIM atau nonpemerintah seperti PDIP, PKS, serta Partai Nasdem, apakah bakal mengajukan calon gubernur antitesa terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran," ujar Panel kepada wartawan, Senin (15/4/2024).

ADVERTISEMENT

Panel mengatakan persatuan nasional bisa dimulai dengan kerjasama politik permanen, yang sudah dimulai sejak Pilpres 2024 dan bakal dilanjutkan dalam pilkada serentak pada tahun ini. Menurut dia, Partai Golkar jeli dengan mengajukan Ridwan Kamil dalam Pilkada Jakarta 2024.

"Keberhasilan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar memunculkan harapan baru bagi warga Jakarta. Warga DKI Jakarta membutuhkan sosok pemimpin moderat, modern, tegas, serta mengakar," tandas Panel.

Menurut Panel, politikus perempuan Partai Gerindra, Rahayu Saraswati merupakan figur yang cocok mendampingi Ridwan Kamil dalam Pilkada Jakarta. Dia menilai Rahayu memiliki kapasitas untuk menyatukan seluruh potensi partai KIM.

"Baik secara politik maupun kualitas pribadi Saraswati bakal mampu membantu menyatukan seluruh potensi untuk kemenangan KIM. Selain Saras ada nama Riza Patria yang juga pernah menjabat sebagai wakil Gubernur Jakarta," jelas dia.

Lebih lanjut, Panel mengungkapkan bahwa besar kemungkinan PDIP, PKS, serta Partai Nasdem bakal mengajukan calon gubernur antitesa terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran. Jika ketiga partai itu mengajukan calon yang menghadirkan politik antitesa bagi pemerintah pusat, tentu berpotensi menimbulkan dinamika dan celah ‘perlawanan’ terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.

"Apakah PKS, PDIP, dan Partai Nasdem akan menciptakan politik antitesa bagi Pemerintah pusat dalam Pilkada Jakarta? Kita lihat saja nanti," pungkas Panel.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ironi Pilkada 2024, 9 Kepala Daerah Terjerat Korupsi hingga Maret 2026

Ironi Pilkada 2024, 9 Kepala Daerah Terjerat Korupsi hingga Maret 2026

NASIONAL
KPK Dalami Peran Tim 8 Sudewo sejak Pilkada 2024

KPK Dalami Peran Tim 8 Sudewo sejak Pilkada 2024

NASIONAL
7 Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK meski Belum Setahun Menjabat

7 Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK meski Belum Setahun Menjabat

NASIONAL
Ini 4 Provinsi Paling Tinggi Partisipasi Pemilih pada Pilkada 2024

Ini 4 Provinsi Paling Tinggi Partisipasi Pemilih pada Pilkada 2024

NASIONAL
KPU Tetapkan Nanda-Anton sebagai Bupati dan Wabup Pesawaran Terpilih

KPU Tetapkan Nanda-Anton sebagai Bupati dan Wabup Pesawaran Terpilih

NASIONAL
Honor PPS Mandek, Kejari Sigi Usut Dugaan Korupsi Dana Pilkada

Honor PPS Mandek, Kejari Sigi Usut Dugaan Korupsi Dana Pilkada

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon