ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Survei: 70,3% Pemilih Sebut Kondisi Ekonomi RI Bagus

Selasa, 27 November 2018 | 13:48 WIB
YS
B
Penulis: Yuliantino Situmorang | Editor: B1
Pilpres 2019.
Pilpres 2019. (BeritaSatu Photo)

Jakarta - Saat ini, kondisi ekonomi Indonesia dipersepsikan baik oleh mayoritas pemilih. Sebesar 70,3% pemilih menilai, kondisi ekonomi Indonesia sedang baik. Hanya sebesar 24,7% yang menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk. Penilaian kondisi ekonomi itu berpengaruh pada dukungan kedua calon presiden di Pilpres 2019.

"Dalam hukum elektoral, banyak variabel independen (penyebab) yang menentukan naik turunnya elektabilitas seorang kandidat. Salah satu isu atau variabel yang penting dalam setiap kontestasi adalah kondisi ekonomi. Bahkan, bagi seorang petahana, variabel kondisi ekonomi lebih penting lagi. Jika dipersepsikan baik, maka berkah elektoral akan diperoleh petahana. Namun, jika dipersepsikan buruk maka berpotensi menjadi bencana bagi petahana," ujar Ardian Sopa, peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Selasa (27/11).

Dalam keterangan tertulisnya disebutkan, dari mereka yang mempersepsikan kondisi ekonomi saat ini sedang dan baik,
sebesar 64,4% menyatakan mendukung Jokowi-Maruf, dan sebesar 20,5% memilih pasangan Prabowo-Sandi. Sedangkan mereka yang menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk, sebesar 63,9 % memilih pasangan Prabowo-Sandi, dan hanya sebesar 25,5% yang memilih pasangan Jokowi-Maruf.

Disebutkan, survei terbaru LSI Denny JA itu dilakukan pada 10-19 November 2018 dengan menggunakan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei adalah 2,8%. Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset
kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan wawancara mendalam untuk memperkaya analisa survei. Survei dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

ADVERTISEMENT

Ardian menjelaskan, jika diperinci, penilaian baik buruk ekonomi pun berdampak pada dukungan kedua capres di berbagai segmen pemilih. Di pemilih berdasarkan segmen pendidikan yang menilai ekonomi Indonesia on the right track, mayoritas
mendukung Jokowi kembali menjabat periode kedua. Baik mereka yang hanya lulus SD maupun kelompok segmen pelajar, yang menilai ekonomi baik, rata-rata di atas 60% menyatakan memilih Jokowi-Maruf. Sebaliknya, rata-rata di bawah 25%, di
semua segmen pendidikan yang menilai ekonomi baik, yang memilih pasangan Prabowo-Sandi.

Sementara mereka yang menilai ekonomi Indonesia buruk, hampir di semua segmen pendidikan, memilih Prabowo-Sandi sebagai pilihan capresnya. Mereka yang menilai ekonomi buruk, semakin tinggi pendidikannya, semakin tinggi dukungannya
terhadap Prabowo-Sandi.

Di segmen pendapatan, mereka yang menilai kondisi ekonomi sedang dan baik, baik yang berpendapatan tinggi maupun berpendapatan rendah, mayoritas menyatakan mendukung Jokowi-Maruf. Dukungan Jokowi-Maruf rata-rata di atas 60% di semua segmen pendapatan, dari mereka yang menilai kondisi ekonomi sedang dan baik. Sementara mereka yang menilai kondisi ekonomi buruk, baik mereka yang berpendapatan tinggi maupun rendah, mayoritas memilih Prabowo-Sandi.

Keunggulan Prabowo-Sandi di pemilih yang menilai ekonomi buruk, lebih tinggi di segmen pendapatan menengah hingga ekonomi mapan. Namun di segmen pemilih wong cilik yang mempersepsikan ekonomi buruk, meski unggul namun keunggulan
Prabowo-Sandi tidak signifikan. Di segmen pemilih "wong cilik" yang menilai ekonomi buruk, dukungan Prabowo-Sandi sebesar 42%, sementara dukungan Jokowi-Maruf di segmen ini sebesar 41,2%.

Ia menjelaskan, di segmen agama, mereka yang menilai kondisi ekonomi sedang dan baik, baik pemilih Muslim maupun pemilih non-Muslim, mayoritas menyatakan dukungannya kepada pasangan Jokowi-Maruf. Bahkan keunggulan pasangan Jokowi-Maruf, di segmen pemilih non-Muslim yang menilai ekonomi Indonesia sedang dan baik, mencapai 87%. Sementara mereka yang menilai kondisi ekonomi buruk, di pemilih Muslim sebesar 65,6% menyatakan mendukung pasangan Prabowo-Sandi.

Namun, tambah Sopa, di pemilih non-Muslim, meskipun mereka menilai ekonomi buruk, namun mayoritas mereka tetap memilih Jokowi-Maruf yaitu sebesar 52,2%. Sementara yang memilih Prabowo-Sandi sebesar 43,5%.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

EKONOMI
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pengusaha Wajib Catat Jadwal Penting Ini

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pengusaha Wajib Catat Jadwal Penting Ini

MULTIMEDIA
Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

EKONOMI
Apresiasi Global terhadap Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik

Apresiasi Global terhadap Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik

EKONOMI
BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

NASIONAL
Studi Global: McDonald’s Indonesia Dongkrak Ekonomi Nasional

Studi Global: McDonald’s Indonesia Dongkrak Ekonomi Nasional

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon