Efisiensi Data Pemilih, KPU Kembali Siapkan E-Coklit untuk Pilkada 2024
Jumat, 7 Juni 2024 | 10:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang perhelatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang akan berlangsung pada bulan November mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan simulasi penerapan kembali sistem pencocokan dan penelitian data berbasis elektronik (E-Coklit) dalam Pilkada 2024.
E-Coklit dinilai sangat efisien dalam membantu petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) melakukan pencocokan dan penelitian data. Sistem ini tidak hanya mempermudah proses verifikasi data dari rumah ke rumah, tetapi juga memastikan semua pemilih yang memenuhi syarat terdaftar dan diverifikasi dengan tepat.
"E-Coklit itu sebenarnya alat bantu bagi pantarlih untuk melakukan coklit dari rumah ke rumah. Jadi kami menyiapkan sistem informasi yang digunakan oleh pantarlih, kami siapkan dua bentuk yaitu online dan offline. Jadi pemilih langsung dapat terlihat apakah dia di coklit atau tidak oleh pantarlih yang datang dari rumah ke rumah. Kami siapkan tools bagi pemilih," kata anggota KPU Betty Epsilon Idroos di JW Marriot, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2024).
Pantarlih akan melakukan Coklit selama satu bulan, mulai 24 Juni 2024 hingga 24 Juli 2024. Coklit dilakukan melalui tingkat RT/RW, di mana pantarlih akan mengunjungi rumah-rumah di setiap RT/RW untuk memastikan data pemilih yang terdaftar akurat dan valid, sehingga data yang tercatat benar-benar memenuhi syarat masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).
"Simulasi untuk persiapan Coklit menjelang Pilkada 2024, kita ketahui Pilkada 2024 diselenggarakan pada tanggal 27 November 2024, dan KPU sudah merencanakan Coklit akan diselenggarakan Insyaallah mulai tanggal 24 Juni hingga 24 Juli serentak se-Indonesia," imbuhnya.
KPU kembali menggunakan E-Coklit karena telah terbukti efektif dan mampu menyelesaikan kendala yang muncul dalam proses coklit, termasuk di daerah dengan tantangan geografis seperti Papua yang telah menunjukkan hasil positif. E-Coklit terbukti memaksimalkan efisiensi dan efektivitas proses Coklit. Betty menyebut sejak Pemilu 2024 hingga saat ini, belum ada kendala berarti dari sistem E-Coklit.
"Alhamdulillah, bahkan di Papua saja menggunakan E-Coklit. Kami mendukung penggunaan E-Coklit karena apa yang kemudian menjadi catatan, sejauh ini, semua terselesaikan," pungkas Betty.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




