ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Debat Perdana Pilbup Kediri 2024, Ketua KPU: Jangan Pilih karena Ajakan

Jumat, 25 Oktober 2024 | 10:51 WIB
AF
MF
Penulis: Anis Firmansah | Editor: DIN
Suasana debat terbuka perdana yang difasilitasi KPU Kabupaten Kediri di Insumo Kediri Convention Center (IKCC) Kota Kediri, Kamis, 24 Oktober 2024.
Suasana debat terbuka perdana yang difasilitasi KPU Kabupaten Kediri di Insumo Kediri Convention Center (IKCC) Kota Kediri, Kamis, 24 Oktober 2024. (Beritasatu.com/Anis Firmansah)

Kediri, Beritasatu.com - Ketua KPU Kabupaten Kediri Nanang Qosim berharap agar masyarakat tidak memilih pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kediri 2024 karena ajakan atau dorongan seseorang. Namun, hendaknya masyarakat memilih paslon sesuai kesadaran pemaparan visi dan misi.

"Harapannya bahwa masyarakat Kabupaten Kediri memilih bukan karena ajakan atau karena dorongan seseorang, tetapi memilih karena kesadaran pemaparan visi misi dari pasangan calon bupati dan wakil bupati Kediri," kata Nanang, seusai menggelar debat terbuka perdana antarpaslon Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kediri di Insumo Kediri Convention Center (IKCC) Kota Kediri, Kamis (24/10/2024) malam.

Nanang berpesan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kediri 2024 ini harapannya juga akan berlangsung, seperti tagline Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jatim "Seneng Bareng". Tak lupa juga ia menyebut tercapai tagline Pilgub Kediri, yakni "Pilkada Jujur Kediri Makmur".

ADVERTISEMENT

Menurut dia, sesuai kesepakatan dengan KPU bahwa pemilu adalah sarana integrasi bangsa sehingga masing-masing paslon ikut berkomitmen mendukung terselenggaranya pemilu yang sukses dan damai.

"Dua paslon dan tim pendukungnya mari bersama-sama mendukung pilkada sukses dan damai," jelasnya.

Sementara itu, dua paslon saling memaparkan visi misi dan programnya pada Pilbup Kediri 2024. Adapun dalam debat pembuka, Deny Widyanarko-Mudawamah (Deny-Mudawamah) mengunggulkan program pembangunan dusun. Paslon nomor urut 1 tersebut menawarkan program pembangunan dusun dengan menganggarkan APBD Rp 300-Rp 500 juta per dusun per tahun.

Sedangkan paslon nomor urut 2, yakni Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Maria Ulfa (Dhito-Dewi) mengunggulkan program berkelanjutan. Dengan status petahana yang sudah diemban sejak Pilkada 2019-2024, Dhito-Dewi menyebut sudah membuat keberhasilan program, seperti Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan, beasiswa, dan pembangunan daerah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon