M Iriawan Janji Perbaiki Prestasi Timnas dan Kompetisi Nasional

M Iriawan Janji Perbaiki Prestasi Timnas dan Kompetisi Nasional
Menpora Zainudin Amali menerima kedatangan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di Ruang Kerja Menpora di Lt. 10 Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin, 4 November 2019. ( Foto: Kemenpora )
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 5 November 2019 | 07:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum PSSI, Komjen Pol Mochamad Iriawan atau Iwan Bule langsung bekerja cepat dalam memperbaiki tata kelola sepakbola Indonesia sesuai yang diamanatkan Presiden Joko Widodo. Ia pun kini tengah fokus menerapkan Instruksi Presiden (Inpres) No.3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional menyangkut roadmap sepakbola Indonesia.

Ditemani wakilnya Cucu Sumantri serta Sekjen periode sebelumnya Ratu Tisha, mereka melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora), Jakarta, Senin (4/11/2019).

“Kami langsung membangun sinergi dengan pemerintah (Kempora) dan membahas sepakbola nasional kedepan bersama-sama. Selain fokus mengurus roadmap, saya berjanji menyukseskan Piala Dunia U-20 tahun 2021, memperbaiki kinerja Timnas Indonesia, dan memperbaiki kompetisi sepakbola Indonesia. Untuk itu kami akan membentuk tim kelompok kerja (pokja) untuk menjalankan Inpres Percepatan Persepakbolaan Nasional,” ucap Iwan Bule.

Baca JugaIwan Bule Janji Komitmen Tuntaskan Tugas di PSSI

Sekretaris Utama Lemhanas ini mengatakan secepatnya akan menggelar rapat bersama para anggota eksekutif (Exco) PSSI guna membahas lebih lanjut soal percepatan sepakbola Indonesia. Iwan mengatakan akan mengebut pembentukan roadmap atau rencana aksi tersebut dan merealisasikannya untuk kepentingan sepakbola nasional. Namun, ia belum memastikan kapan roadmap itu selesai dibahas.

Dalam pertemuan dengan Menpora, ia melaporkan mengenai lapangan yang bakal digunakan untuk Piala Dunia U-20 dan tempat latihan yang bakal disediakan. PSSI dan Kempora akan mengevaluasi melihat kembali lapangan yang memang masih dalam tahap renovasi dan lain sebagainya.

"Tentunya kami juga sempat berdiskusi mengenai bagaimana menyiapkan tim yang bagus, karena kami ingin Indonesia juga bisa membanggakan saat tampil di rumah sendiri. Pembahasan tuan rumah Piala Dunia U-20 di Indonesia harus dimulai segera, karena waktunya tersisa dua tahun lagi,” jelasnya.

Iwan juga berkomitmen penuh untuk memberantas mafia bola pada persepakbolaan Indonesia. Pihaknya siap menyeret para pelaku tersebut ke kepolisian bila nantinya memang terbukti, bahkan dirinya siap mengajak Satgas Antimafia bola untuk berdiskusi. Dari situ PSSI akan menanyakan kasus-kasus mana saja yang sudah atau tengah diselidiki oleh kepolisian.

Baca JugaIwan Bule Ketua PSSI, Polri Ingin Mafia Bola Lenyap

Dengan begitu, Iwan memastikan bahwa sebagai pemimpin pihaknya tak akan melindungi jika ada pengurus yang terlibat dalam skandal yang merusak sportivitas dan fair play tersebut.

Lalu untuk mengatasi masalah kerusuhan suporter, Iwan mengaku pihaknya akan membentuk Direktorat Pembinaan Suporter sebagai langkah mengakomodir dan membina suporter klub. Ditegaskan selama ini suporter luntang-lantung karena pemerintah daerah dan klub seperti lepas tangan dan tidak membina para suporter.

"Sampai sekarang, suporter belum ada yang mengakomodir. Makanya, nanti akan ada divisi yaitu direktorat pembinaan suporter dan fans. Kami telah menemui beberapa suporter klub di Indonesia, seperti Jakmania (pendukung Persija Jakarta), Viking (Persib Bandung), dan Bonek (Persebaya Surabaya). Namun sayangnya selama ini suporter tersebut belum pernah duduk satu atap di luar lapangan sepakbola,” ungkap dia.

Harapan Menpora

Sementara Menpora Zainudin Amali mengimbau Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan seluruh jajaran kepengurusannya untuk saling bahu-membahu bergerak cepat dalam penataan organisasi dan prioritas program kerja. PSSI juga harus bisa menentukan langkah-langkah kongkrit dalam prioritas program kerja.

Menpora pun menitipkan pesan penting yakni menyikapi Indonesia yang ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 harus menjadi konsen tersendiri. Dalam waktu dekat setelah disiapkan peran dan fungsi masing-masing antara Kempora dan PSSI akan menghadap Presiden guna melaporkan sekaligus mohon arahan.

Baca JugaMenpora Dukung PSSI Majukan Sepakbola Indonesia

"Kita sudah saling memahami mana wilayah tanggung jawab pemerintah, dan mana yang menjadi tanggungjawab PSSI. Kita akan minta waktu Presiden untuk menghadap, melaporkan dan mohon arahan tentang Piala Dunia U-20. Pemerintah akan mendukung penuh apa yang secara teknis akan disiapkan PSSI, selain sukses penyelenggaraan, sukses prestasi kita ingin raih,” ungkap Amali.

Menpora pun mengingatkan pentingnya amanah dari Inpres No 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional menyangkut roadmap sepakbola Indonesia harus segera dibuat demi prestasi yang diharapkan terus meningkat.

“Terakhir menyangkut birokrasi, saya mengajak untuk tidak saling menunggu, lakukan komunikasi dengan intens, tidak harus jalur formal yang kaku. Saat ini komunikasi tidak ada yang sulit dan tidak perlu saling menunggu. Siapa yang sempat lakukan komunikasi dengan intens. Saya tegaskan mengurus olahraga tidak bisa sendirian, semua harus bersinergi," tutup Menpora. 



Sumber: Suara Pembaruan