ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jalan Panjang Pulihkan Sumatera Pascabencana

Senin, 22 Desember 2025 | 13:14 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Petugas mengoperasikan alat berat untuk membersihkan tumpukan gelondongan kayu sisa bandang di area Pondok Pesantren Terpadu Darul Mukhlishin, Desa Tanjung Karang, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (21/12/2025).
Petugas mengoperasikan alat berat untuk membersihkan tumpukan gelondongan kayu sisa bandang di area Pondok Pesantren Terpadu Darul Mukhlishin, Desa Tanjung Karang, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (21/12/2025). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Prabowo tetap tidak mau meningkatkan status banjir Sumatera menjadi bencana nasional dan menutup masuknya bantuan asing, meski ada desakan masif dari berbagai pihak. Dia meyakini Indonesia masih sanggup menanganinya secara mandiri dengan seluruh sumber daya.

“Ini tiga provinsi dari 38 provinsi. Jadi, situasi terkendali,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dalam kondisi aman berkat kebijakan efisiensi, sanggup membiayai pemulihan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pascabencana.

Tanggap Darurat Tak Optimal

Pemprov Aceh, Sumut, dan Sumbar, sudah memperpanjang masa tanggap darurat. Namun, 2 pekan lebih bencana berlalu, masih banyak warga yang belum tersentuh bantuan akibat terkendala infrastruktur. Pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban juga belum merata dan evakuasi juga tidak berjalan maksimal.

ADVERTISEMENT
Foto udara warga melintasi material longsor berupa tanah, batu dan pohon yang menutupi jalan lintas antara Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah hingga Aceh Tengah di Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Aceh, Minggu (30/11/2025). Jalan tersebut putus tertutup material longsor sejak Selasa (25/11/2025). - (ANTARA FOTO/Abiyyu)
Foto udara warga melintasi material longsor berupa tanah, batu dan pohon yang menutupi jalan lintas antara Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah hingga Aceh Tengah di Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Aceh, Minggu (30/11/2025). Jalan tersebut putus tertutup material longsor sejak Selasa (25/11/2025). - (ANTARA FOTO/Abiyyu)

Hingga hari ke-21 pascabencana, sedikitnya masih ada 115 desa di Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Gayo Lues yang masih terisolasi akibat jalur darat terputus. Pemerintah masih berupaya memasok bantuan logistik via udara kepada masyarakat yang terkurung di wilayah itu.

Persediaan logistik, bahan bakar minyak (BBM), hingga LPG di daerah terdampak juga menipis sehingga harga barang melonjak naik. Aliran listrik belum normal, terutama di Aceh. Hingga kini masih dilakukan pemadaman bergilir. PLN masih butuh waktu memperbaiki sistem kelistrikan.

“Tanggap darurat bencana gagal total,” kata Miko, warga Aceh Tengah.

Menurutnya, seharusnya dalam 14 hari pertama tanggap darurat bencana pencarian dan evakuasi korban bisa dituntaskan, termasuk semua warga terdampak bisa tersentuh bantuan. Namun, faktanya, kata dia, itu tidak terjadi.

Di daerahnya, lanjut dia, warga masih banyak yang mengungsi secara mandiri dengan akses bantuan sangat terbatas.

“Kondisi penderitaan ini bisa saja dialami oleh kawan-kawan di daerah lain,” ujarnya.

Sejumlah pengungsi kini masih membutuhkan bantuan, seperti pakaian layak pakai hingga air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun membersihkan rumah. Banyak sumur tertimbun lumpur akibat banjir berhari-hari, sehingga warga kini hanya berharap pasokan dari pemerintah maupun relawan.

“Harapannya distribusi air lancarlah, tiap hari masuk minimal 1 hari satu tangki, nanti sama warga dibagi. Kalau sekarang siapa cepat dia duluan yang dapat,” katanya.

Banyak warga juga berharap bantuan alat berat untuk mengeruk lumpur yang menimbun rumah, permukiman hingga kendaraan mereka. Kayu-kayu gelondongan yang terbawa banjir juga harus segera dipindahkan agar akses terbuka.

Butuh Waktu

Presiden Prabowo mengakui pemulihan kondisi di Sumatera pascabencana membutuhkan waktu lebih lama karena faktor alam, medan, dan luasnya kerusakan wilayah terdampak tak bisa dilakukan secara instan.

“Saya telah minta maaf, saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Kita tidak bisa selesaikan dalam 3 hari, 4 hari, 5 hari. Mungkin 2–3 bulan aktivitas akan benar-benar normal,” kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengatakan perbaikan infrastruktur di wilayah terdampak kini telah menunjukkan progres yang cukup baik. Sebagian besar akses jalan darat telah berhasil dipulihkan, walau masih ada yang belum sepenuhnya terhubung.

Selain itu, sebagian besar jaringan listrik di wilayah terdampak telah kembali menyala. Namun, masih terdapat beberapa lokasi yang perlu dipercepat penanganannya dan dilakukan secara hati-hati karena faktor teknis.

“Masih ada beberapa yang berbahaya karena kabel-kabel kalau lewat air yang masih banjir, itu berbahaya. Ini bisa mengakibatkan korban nyawa kalau tidak hati-hati. Jadi, Kementerian PU itu, PLN bekerja dengan menghadapi kondisi yang sangat menantang,” tutur Prabowo.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon